Sakamichi Review : Nogizaka46 Yoake made Tsuyogaranakute mo Ii

Single ke-24 Nogizaka46 Yoake made Tsuyogaranakute mo Ii sudah dirilis pada 8 Agustus 2019. Well, sudah cukup lama aku absen merilis artikel, bahkan SR kali ini hanya jadi artikel kedua sejak senbatsu Yoake diumumkan. Jadi sebelum reviewnya dimulai, ada sedikit kata maaf dariku.

Beberapa minggu terakhir urusan dunia nyata memang jauh lebih menyita waktuku dari biasanya, bahkan untuk sekedar login ke dashboard saja rasanya malas. Capek sih, karena untuk membagi waktu sudah susah sekali sekarang. Kalau saja Nogi tidak merilis Yoake, hiatusku bisa lebih lama lagi.

Dan berhubungan dengan ini, di penghujung tahun nanti mungkin akan ada sesuatu yang harus diumumkan. Untuk sekarang, waktunya belum tepat. Well, sekarang nikmati saja dulu Sakamichi Review untuk Yoake made Tsuyogaranakute mo Ii.


Setelah Sing Out, jujur saja harapanku besar untuk single ini, terutama karena untuk pertama kalinya dalam dua tahun kita bisa melihat center baru lagi dari Nogi. Hype yang hancur hanya dalam tiga menit melihat MV ini. Yep, it was that bad. Really, the visual aspect is just….horrible.

Mungkin harus kugarisbawahi kalau yang paling tidak kusukai dari Yoake adalah 4:3 aspect ratio. It wasn’t retro, it’s ancient. Bahkan aku tidak bisa ingat MV idol mana yang terakhir kali menggunakan 4:3, mungkin dari awal 2000’an deh. Menonton MV ini di media apapun rasanya terlalu sempit. Hanya iPad users yang akan senang dengan aspek rasio Yoake. Those damn black bars….

Memang dari beberapa sisi ini bagus sih, paling mudahnya kita bisa fokus ke satu member yang kena close-up. Tapi tetap saja, sekarang semua konten semakin lebar dan melihat MV ini, rasanya jomplang. Well, mungkin kalau dibuat lebih vintage, kekecewaan ini bisa sedikit terobati.

Yah, tapi tidak bisa dibantah kalau camera works di MV ini bagus. Lebih dramatis dan permainan kontrasnya mencolok. Sedikit membantu melupakan 4:3 ini. Ada beberapa efek yang menurutku tidak perlu juga sih, tapi ini keluhan minor. Campur aduk pokoknya pendapatku tentang Yoake dari dua sisi ini.

Urusan screentime kupikir jadi minus besar lagi yang layak dibahas. 3rd row? Apa itu, sejenis MSG? Practically none of them appeared. Okelah ini kasus yang sudah biasa, tapi kali ini menurutku layak dikritik. Bukan apa-apa, tapi mereka benar-benar turun jadi backdancer tanpa ada istimewanya sama sekali.

Selain screentime yang minim, kostum yang mereka pakai juga mengecewakan. Well, ini juga berlaku sampai front row juga sih, karena Ashu dan Miona juga pakai kostum yang sama. Bedanya mereka jelas dapat screentime yang jauh lebih banyak saja.

no title
jumlah screentime per member

Untuk urusan kostum ini agak aneh sih. Selain Kakki-Saku-Ayame yang jelas punya privelege dengan kostum seragam, hanya Capt saja yang sepertinya menggunakan kostum berbeda, warnanya putih -meski aku kurang jelas apa itu hanya karena efek cahaya saja- dan Ume yang pakai warna oranye.

Overall, sampai artikel ini rilis, aku belum bisa mengatakan pendapat finalku tentang MV Yoake made Tsuyogaranakute mo Ii. Kesan pertama yang jelek terus terbayang meski poin plus di MV ini juga tidak bisa dibilang sedikit. Tapi karena review harus objektif, aku masih belum bisa bilang “bagus” atau “jelek”

Yang pasti, untuk ukuran title song, 24th single, MV ini terlalu eksperimental. Kupikir respon pertama banyak orang akan sama “kenapa 4:3” dan kalau respon publik jelek, ya sudah kelar. Entah apa rencananya mereka membuat taruhan seperti ini.

Segini saja review untuk Yoake. Aku masih belum bisa mencerna MV ini dengan baik, bagaimana dengan kalian?

All images and videos used is credited to it’s respective owners

Mac Orionid
redmoon.macorion@gmail.com

4 thoughts on “Sakamichi Review : Nogizaka46 Yoake made Tsuyogaranakute mo Ii”

  1. Mungkin karena akhir2 ini ane sering liat MVnya RHCP yg lama, dan acara komedi jadul, jd 4:3 ini ga terlalu ngagetin. Bahkan ane suka karena jd ingat masa2 dulu liat video klip di TV tabung ane. Jd sebagai orang lama, format ini yg ane suka. Bahkan kalo ane bayangin pake wide format, jdnya malah ga pas. Kayaknya mv directornya pengen buat fokusnya lebih kuat ditiap scenenya. Tapi, ane curiganya, di versi Bluray ntar bakal dirilis yg versi wide.

    Banyak adegan nangis di mv ini. Ane udah lama ga liat tema macam ini di mv nogi. Yg ane tau dan suka, mv dan lagu nogi emang terkenal dengan tema ballad dan sedih. Jd setelah beberapa single isinya senyum mulu, yg kayak gini ini jd macam penyegaran.

    Itu aja deh. Untuk nilai, ane kasih 3/5. Mv ga terlalu nyangkut dihati, meski enak diliat.

  2. Ratio 4:3, jumlah senbatsu menciut eh jumlah ekstra membengkak, baris 3 ya “baris 3” jd ntah harus senang atau enggak ane dgn tercampaknya Miria sama Riria klo gni ceritany nasib baris 3 di MV ini 😀

    Storynya ane jg gak terlalu pagam alasan bbrp member nangis tuh gra2 apa, gk kyk MV Caravan yg jelas storynya.

    Penilaian akhir buat MV :3/5

Leave a Reply