Sakamichi Review : Hinatazaka46 Yasashisa Ga Jama wo Suru

Review MV coupling lagi dari Hinata, Yasashisa Ga Jama wo Suru. Well, sebenarnya ekspektasi untuk MV ini campur aduk setelah Doremi dan Kitsune tampil mengecewakan. Antara masih berharap kalau MV baru akan menarik dan skeptis apa mereka akan merubah formulanya.

Well, langsung saja, ini dia Sakamichi Review untuk Hinatazaka46 Yasashisa Ga Jama wo Suru. Oh, ini adalah MV unit untuk Katoshi, Miho, dan Hinano. Well, tiga member dari tiga generasi Hinata.


Sudah kubilang kalau ekspektasi untuk MV ini agak kurang, jadi saat opening scene diawali dengan adegan member yang sedang tidur, sudah bisa ditebak kalau arah MV ini akan berbeda. Tapi yang paling kentara adalah adanya border yang memberi kesan retro.

Set untuk ketiganya juga berbeda; Hinano di wave breaker, Miho di rooftop, dan Katoshi di semacam tebing? Skema warnanya juga beda, sesuai urutan sebelumnya; pink, biru, dan merah. Permainan warna dan individualitas ini yang sudah lama tidak dilihat di MV Sakamichi. Yang paling mendekati mungkin Heikousen.

Nah, di MV ini, yang paling bagus adalah camera works. Tidak lagi monoton dari dua-tiga angle saja. Bisa dilihat penggunaan drone yang cukup banyak meski masih ada saja “insiden beras” seperti yang dilihat di Sekai ni wa Ai Shikanai. Nevertheless it is good, way better camera works.

Ya, untuk camera works, kredit lebih layak disematkan pada Taniyama Tsuyoshi sebagai sutradara. Dan jangan lupakan scene dimana mereka ada di semacam dark room dengan kelopak bunga yang berguguran. Sayangnya bagian ini sedikit, tapi estetikanya nonjok banget.

Malah, bagian ini mengingatkan pada masa-masa puncak dari K-Pop generasi dua, banyak sekali MV yang di awal 2010 menggunakan scene seperti ini. Good things never get old. Sayangnya, aku tidak dapat info dimana lokasi pengambilan gambar untuk MV ini.

Kenapa ini jadi pertanyaan adalah karena untuk solo shot, ada sedikit hal yang aneh menurutku. Tempatnya akan terlalu berangin untuk membuat kertas, kelopak bunga, dan kain untuk bergerak halus seperti yang ada di MV ini. Tapi kalau dibilang ini set studio, rasanya aneh juga. Ada yang tahu soal ini?

Untuk set dimana dance scene ketiganya sudah cukup bagus. Well, agak sedikit miss untuk tone colour, seperti menambahkan filter pada kamera alih-alih memanfaatkan sunset sepenuhnya. Bagian ini saja yang sedikit minus dari camera works. Selanjutnya untuk solo shot, tidak ada keluhan berarti.

Semuanya mendapat jatah yang pas, jadi sudah oke. Keuntungan dari MV unit ya memang ini sih. Set juga oke meski ada sedikit ganjalan seperti yang kusebut diatas. Sementara untuk storyline, memang bagian ini tidak ada, tapi dengan camera works seperti ini, bukan hal yang patut diributkan.


Overall, Yasashisa Ga Jama wo Suru termasuk MV yang oke menurut standarku. To say the least, ini lumayan menghapus kekecewaan dari Doremi dan Kitsune. MV ini juga bisa dibilang paling un-Hinata-like dari semua MV yang sudah dirilis sejauh ini.

Kenapa? Karena disini mereka bermain dengan tone yang cenderung lebih gelap dari biasanya. Mungkin untuk purist Hinata akan keberatan dengan ini, tapi harus diakui saja, mayoritas fans Sakamichi suka dengan MV tipe begini. Atau begini saja, siapa yang lebih suka MV ini ketimbang dua MV sebelumnya?

Yah, mungkin kalau Hinata memang ingin selalu tampil ceria atau Happy Aura, formula itu tidak akan selalu berlaku bagi fans Sakamichi yang sudah nyaris paten dengan apa yang ditawarkan Nogi dan Keyaki. And I don’t buy “a whole different image” thing.

Kalau kalian bagaimana? Terutama untuk pertanyaanku diatas?

All images and videos used is credited to it’s respective owners

Mac Orionid
redmoon.macorion@gmail.com

6 thoughts on “Sakamichi Review : Hinatazaka46 Yasashisa Ga Jama wo Suru”

  1. Siapa yang lebih suka MV ini ketimbang dua MV sebelumnya? Saya! 😀

    Ane suka banget sama permainan warnanya, terutama bagian Hinano di pemecah ombak. Area sekitar yang gelap dimanfaatkan dengan baik melalui penggunaan kertas untuk media refleksi cahaya matahari. Alhasil, area meja dan kursi tempat Hinano duduk terlihat berpijar. Ane pikir efek ini menggunakan CG atau semacamnya. Ternyata setelah dilihat dengan teliti, ini adalah efek alami dari pemantulan sinar matahari. 😀

    Kalau soal solo shot, ane rasa itu distudio pake green screen. Dan kertas/bunga yang jatuh itu memakai animasi 3D.

    Storyline kayaknya ga ada. Tapi kata beberapa fans, liriknya ada hubungannya dengab Memi. Ga tau bener atau nggak. Tapi, kalo ane liat, kayaknya Miho, Hinano dan Katoshi ini sebenernya satu orang. Seperti yg bisa diliat discene akhir, dimana Katoshi balik tidur dan pake seragam yg sama seperti di dance scene.

    Nilai ane, 4.5/5. Kalo dibilang MV ini paling un-hinata-like, sebenernya ga juga. Ane liatnya malah ada kesamaan tone dan konsep pencahayaan antara ini dan Tokimeki Sou. Yah ane harap, ada single utama yg pake gaya yg serupa kayak gini ntar. Jd ga melulu ngejrenk seperti dua MV single utama Hinata. Biar ga bosen gitu.

    1. Yep, camera works disini yang paling bagus dari rilisan Hinata yang ini.

      Kalau dibilang green screen, entahlah, kayanya kok terlalu bagus di editingnya.

      Kalau gitu, jadi storyline disini apaan dong?

      Tokimeki Sou? Beda sih kalau buat ane. Disini lebih kontras biarpun camera worksnya mirip2.

  2. Top markotop!!! 😀
    Pling suka sma pewarnaan MV ini. Pakaianbyg dikenakan jg modis. Lokasi di tas gedung, tebing, pmecah ombak, taman (?). Lokasi yg ane suka nari di taman dgn gdung2 tinggi jd latarnya plus camera works yg bbrp ngebuat terlihat mmber dgn byangan yg memanjang. Akh oklah MV ini *komen apa sih 😀
    Pkoe bersyukur Miho dpt unit yg MV nya kyk gini 😀

    MV: 4.5 / 5

Leave a Reply