Sakamichi Review : Hinatazaka46 Kitsune

Di tanggal 20 Juni kemarin, coupling MV pertama Hinatazaka46 Kitsune sudah dirilis. Lagi-lagi hanya dirilis di official website saja. Atau di Youtube Hinata yang tentu saja, geoblocked. Sebenarnya ini sih bukan masalah karena re-uploader bisa mengatasinya, tapi tetap saja mengesalkan.

Lalu, apa Kitsune bisa memberi kesan yang lebih baik dari Doremisolatido yang mengecewakan? Langsung saja ini dia Sakamichi Review untuk Hinatazaka46 Kitsune.


Setelah Doremisolatido, ada harapan yang cukup tinggi untuk coupling. Yah, seperti yang kutulis di review MV itu, Hinata sama sekali tidak punya daya saing dibandingkan kakak-kakaknya. Okelah, masih bisa dibela dengan “ini baru single kedua” tapi ingat saja, pengalaman tiga tahun sekalipun kalau production-nya jelek ya tetap saja mengecewakan.

Nah, untuk Kitsune, well, jujur saja, tidak terlalu menggembirakan. Pertama-tama, konsep MV ini kurang lebih sama dengan Doremisolatido; dance MV di area terbuka tanpa adanya storyline. Ya kecuali kalau disini ada tambahan story semacam summer party.

Mungkin. Karena disini kostum yang digunakan adalah maid jadi aku tidak paham benar apa memang benar itu temanya. Sampai disini saja sudah paham kan kemana arah review ini? Jadi sebelum review ini isinya hanya poin minus -yang sudah kutulis di Doremisolatido- lebih baik membahas poin-poin pembedanya saja.

Well, sisi yang agak mendingan dari Kitsune dibandingkan Doremisolatido antara lain; ada dua waktu disini, siang dan malam. Memang bukan hal yang besar tapi setidaknya tambahan kontras sedikit membantu kemonotonan dari segi storyline dan konsep.

Storyline, disini tidak jelas apa yang mereka coba sampaikan. Dari set ini antara summer party atau semacam festival mungkin? Bagian ini jadi minus besar karena sejauh ini dari semua MV Hinata tidak ada satu pun MV yang jelas menunjukkan tujuannya. Kecuali Tokimeki Sou. Terlalu generik idol jadinya membosankan.

Oke, ini mungkin kontradiktif kalau kubilang MV Hinata generik padahal di dua review MV TWICE sebelumnya yang sama generiknya aku menilai positif. Ada bedanya, kelebihan idol K-Pop yang paling kentara adalah meski MV-nya generik masih bisa ditangkap apa yang mereka coba sampaikan.

Sementara untuk Hinatazaka46 Kitsune ini, coba katakan siapa yang bisa menjelaskan konsep MV ini dan bagaimana itu bisa didapat dari MV seperti ini? Jujur saja, sampai di titik ini aku merasa mereview MV Hinata selanjutnya hanya akan jadi “tugas” yang merepotkan saja.

Untuk hal lain seperti camera works, kostum, screentime, kurang lebih pendapatku masih sama dengan Doremisolatido. Yah, mungkin kalau 24th single Nogi sudah keluar, itu bisa jadi pengobat kekecewaan -semoga- dari rilisan Hinata kali ini.

Overall, Kitsune masuk kategori MV yang “mengecewakan” dan “tidak akan kulihat untuk kedua kali”. Yep, sejak merdeka justru malah konsep yang mereka tawarkan, memang oke, tapi dari kualitas MV saja, malah menurun dari saat mereka masih bagian dari Republic.

Sebagai Hiragana, MV mereka hampir selalu dapat nilai positif dariku. Dare Yori mo Takaku Tobe, Bokutachi ga Tsukiatteiru, Sore Demo Aruiteru, Ima ni Miteiro, Happy Aura, dan terakhir Kimi ni Hanashite Okitai Koto, semuanya memuaskan atau setidaknya tidak mengecewakan.

Kalau begini, aku jadi mempertanyakan kenapa dulu referendum dari Republic jadi permintaan yang “wajib dipenuhi”. Well, mungkin masih harus menunggu waktu sebelum mereka bisa independen sepenuhnya, ini alasan yang bisa diterima.

Pertanyaannya, kapan? Belum lagi soal graduation, tapi ini akan kubahas di artikel selanjutnya. Ciao.

All images and videos used is credited to it’s respective owners

Mac Orionid
redmoon.macorion@gmail.com

8 thoughts on “Sakamichi Review : Hinatazaka46 Kitsune”

  1. Yg ane tangkep, kyknya mnjmn pengen memperkuat ciri khas happy auranya Hinatazaka. Alhasil, semua mvnya, sejauh ini ya dibuat gini. Mungkin ini salah satu kelemahan atau masalah dr grup idol yg menetapin konsep mereka udah fixed disatu konsep. Untuk bisa menampilkan hal baru, kreativitas lebih dibutuhkan disini. Dan, resiko gagal atau flop lebih besar.
    Sama aja dengan keya, kan? Keya udah ditetapin konsepnya gitu dan klo keluar dr konsep mereka meski sedikit, bakal dibilang kehilangan identitas.
    Yg mending mungkin Nogi, krna dr awal ga ada konsep tetap atau konsep yg mereka tentukan sendiri. Jd versatility mereka sedikit lebih baik dr adek2nya, meski akhir2 ini mereka juga terjebak dengan imej elegan & clean yg terbentuk dipublik.
    Nah, pas Hinata masih jadi Hiragana, meskipun mereka juga menetapin konsep happy aura, tapi krna mereka masih dibawah bendera keya, mereka masih bisa mengkombinasikan dua konsep beda tanpa ada masalah. Pas mereka udah pisah, mau tidak mau mereka harus beda. Dan inilah hasilnya.
    Jd, klo ente dan fans bilang mereka udah ada 3 thn pengalaman, kayaknya ga relevan deh min. Kondisi, status dan imej mereka beda. Jd dua single ini bisa dibilang titik nol mereka. Dr sini, gimana mereka ngebangun imej happy dengan keberagaman konsep yg lebih baik, bakal jd kunci menarik atau nggaknya rilisan mereka ke depannya.
    Klo menurut ane, sebenernya mnjmn bisa aja ngambil konsep cool dan happy di single kedua ini, drpada copas konsep single pertama. Tokimeki sou bisa jd dasar buat konsep kayak gini. Jd bakal ada lebih banyak variasi gaya di mv mereka.

    Untuk mv kitsune sendiri, 2/5 dr ane. Lebih baik dr doremi, krna kostumnya bervariasi, lalu ga melulu dance disatu tempat, dan ane suka cewek pk sneaker. 😀

    1. Oke, argumennya bisa diterima. Mulai dari nol lewat Happy Aura, yang juga dikenalin pas masih zaman Hiragana, dan semakin kesini berusaha semakin keras nguatin image itu karena jadi dasar pembentukan Hinata? Fine. I could cope with that.

      The thing is, how many of us could happily live ever after how the things are going so far? Tapi ini enaknya dijawab di artikel baru entar.

      Lebih baik dari Doremi tapi ente ngasih nilai sama 2/5? Bijimane matematika ente 😀

  2. Yaudah min, kedepannya gausah nge-review MV hinata lagi, memang selera situ yg ga cocok sama Hinata dan udah ngga nganggep mereka menarik lagi. MV ga mesti ada storyline buat bisa dinikmatin, secara lagu lagu-nya juga memang ngga punya meaning yg kuat, jadi lebih menonjolkan konsep eye-candy, dalam MV ini dengan kostum dan property warna pastel ditambah latar Summer Carnival di siang dan malam hari.

  3. Ane suka sam nih MV cuma yg ane sayangkan knp pas adegan siang trsu malam, trus balik siang lagi.
    Knp gak adegan siang dlu trus pas bagian lirik yg “go go go..” pas adegan siang dan malam berubah bbrpa x dgn cepat (adegan yg paling ane suka) di akhiri dgn adegan malam hari. Pdhal ane lbih suka pas malam. Pencahayaan sma bayangan mmber jd bikin MV nya gk terlalu klihatan idolish.

    MV: 3.5 / 5

    1. Ya mungkin entar buat MV Hinata yang baru ente bisa ngelamar jadi sutradara pak, ane vote deh 😀

      “Gak keliatan terlalu idolish” nah, ente lebih suka Hinata yang kaya gini atau yang rada dark pak? 😀

  4. Makasih atas dukungan anda, ini menjadi dukungan moril penting yg membuat saya semakin yakin utk mencalonkan diri utk perubahan yg lebih baik 😀

    Gk bisa nentuin jg ane, rada dark sesekali boleh, keseringan terlalu idolish juga jangan, nah loh 😀

Leave a Reply