IZ*ONE Violeta MV Review

Setelah La Vie en Rose, ini adalah comeback pertama IZ*ONE di Korea. Kali ini IZ*ONE Violeta jadi nomor yang dirilis Stone Music yang menandai kembalinya IZ*ONE di Korea. Setelah Suki to Iwasetai mereka lebih banyak aktif di Jepang -which is a bit disappointment of airtime-

Dengan Violeta mereka kembali dengan segudang jadwal promosi baru, ini nanti akan kubahas di akhir. Sekarang untuk review MV dari IZ*ONE Violeta dulu saja. Langsung saja, ini dia reviewnya.


Pertama-tama, untuk MV dari K-Pop, harus merubah ekspektasi ke MV yang lebih menjual visual. Jarang sekali ada MV yang menjual storyline. IZ*ONE Violeta bukan pengecualian, meskipun konsep Sapphire dan Violet yang ditunjukkan sejak teaser rasannya juga kurang ditampilkan disini.

Well, untuk singkatnya sih, Violeta ≠ La Vie en Rose. Dua-duanya punya karakteristik yang berbeda, dan susah untuk bilang mana yang lebih kusukai. FYI, aku tidak terlalu suka dengan La Vie en Rose. Jadi sudah tahu ya bagaimana kira-kira pendapatku untuk Violeta.

Actually, I’m disappointed. This one is nowhere near the Japanese counterpart in terms of location setting neither the colourfulness. Yah, untuk standar K-Pop sih sudah cukup, tapi tetap mengecewakan. Yang ditampilkan di Violeta kebanyakan hanya close-up member saja.

Mengingat itu bagian paling menjual, kita beralih ke area ini saja. Nah, untuk urusan screentime and/or close-up, Violeta menang banyak. Semuanya dapat jatah screentime sesuai lirik lagunya, tapi ada satu scene dimana member yang muncul bukan member yang mendapat liriknya.

Aku tidak akan bilang siapa, tapi satu scene itu sedikit…..yah, oke, tidak layak diperdebatkan juga sih sebenarnya. Mungkin juga aku tidak bisa mengenali suaranya. Lanjut. Nah, kalau ditanya siapa member yang dapat jatah paling sedikit, rasanya itu jatuh pada Hiichan, literally one word and one shot.

Untuk urusan siapa member yang paling bersinar dari MV ini, aku berusaha seobjektif mungkin, Top 3 adalah Minguri (dia merubah hairstyle saja sudah jadi pembicaraan, disini rap part-nya oke) Kkura (dia mendapat set paling bagus) dan Yoojin (solo shot-nya paling keren) selanjutnya Eunbi dan Chaewon.

Untuk dance, lebih enak ditonton live karena seperti yang kubilang, disini terlalu banyak close-up member. Dan harus kubilang aku jauh lebih suka koreo di Violeta ketimbang La Vie en Rose. Seems more graceful and energetic than the later. Two thumbs up.

Sementara untuk set, yah, bagus tentunya. Mungkin kalau dari preferensiku, aku lebih berharap warna yang lebih terang. Memang sih ini kembali ke konsep sapphire & violet, tapi rasanya dari transisi antar scene kok terlalu mencolok perbedaannya.

Overall, Violeta bukan MV yang akan membuatku sering menontonnya ulang. I’d rather watch the live version. Yep, aku masih menunggu MV IZ*ONE yang bisa kuberi nilai “recommended”. Untuk sekarang, belum.


Di pembuka sudah kusinggung soal airtime, dan untuk lengkapnya, saat IZ*ONE aktif di Korea, lebih banyak kesempatan untuk menonton mereka di program-program yang harus diakui, lebih menghibur ketimbang program Jepang. Name your terms and conditions, it always be.

Dan untuk comeback Violeta ini, mesinnya sudah panas duluan bahkan sebelum MV rilis. Kkura sudah jadi member tetap untuk Everyone Kitchen, Yena dan Yoojin di Mafia Game in Prison, Yoojin di My Little Television 2, belum lagi IZ*ONE Chu Season 2 atau Idol Room. Intinya, jauh lebih menghibur. Yang kurang mungkin prime time variety, tapi rasanya sih tinggal menunggu waktu.

Satu hal yang patut digarisbawahi adalah dengan munculnya member-member di variety, mereka semakin dikenal publik. Dan untuk Violeta, you can hardly complain. Selain itu masalah subtitle pun tidak sesulit saat mereka tampil di Jepang.

Nah, apa kalian sendiri suka dengan MV IZ*ONE Violeta ini? Dan bagaimana perbandingannya dengan La Vie en Rose? Apa comeback pertama IZ*ONE ini bisa dibilang decent? Tulis di kolom komentar.

All images and videos used is credited to it’s respective owners

Mac Orionid
redmoon.macorion@gmail.com

Leave a Reply