Sakamichi Review : Keyakizaka46 Heel no Takasa

Lagi dan lagi, ada MV baru untuk Kuroi Hitsuji. Kali ini untuk Keyakizaka46 Heel no Takasa yang adalah lagu unit Capt-Vice Capt Yuukanen. Duh, susah kalau tidak ada berita di Youtube. Dan lagi, MV ini juga hanya dirilis di official website, kali ini disini.

Nah, kenapa review untuk Heel no Takasa baru naik sekarang adalah karena aku cukup telat tahu rilisnya MV ini. Selain itu baru kemarin juga artikel first impression untuk Gen 4 baru saja dirilisDan siapa yang sudah menunggu artikel yang sama untuk Gen 2 Keyaki? It’s on progress.

Well, langsung saja deh, ini dia Sakamichi Review untuk Keyakizaka46 Heel no Takasa.


Opening scene di MV ini mengingatkanku pada Mirotic. Sama persis antara Changmin dan Aka karena sama-sama digambarkan secara vertikal. Well, ini agak mengesalkan juga sih karena untuk intronya dan beberapa scene menggunakan aspek rasio vertikal terus.

Untuk prolog, mereka mengambilnya dari novel “Night on Galactic Railroad” yang bukunya juga ditampilkan. Aka juga mengkonfirmasi ini. Well, karya Miyazawa Kenji ini sudah sering ditulis ulang maupun disebut-sebut dalam banyak pop culture, jadi kurasa tidak perlu kutulis ulang.

Intinya saja, salah satu bagian paling epic adalah dari dua sahabat Giovanni dan Campanella, yang terakhir hilang di sebuah sungai dan tidak ditemukan. Giovanni menyerah akan kehilangan sahabatnya, tapi sebagai gantinya ayahnya yang lama hilang mengirim surat kalau dia akan segera pulang.

Well, terasa aneh sih. Cari saja bukunya dan baca sendiri, yang pasti sih, storyline dari Keyakizaka46 Heel no Takasa dan Night on Galactic Railroad ini hampir mirip.

Nah, artinya tidak banyak yang bisa dibahas dari storyline. Untuk mempersingkat saja, yang kutangkap dari keseluruhan MV Heel no Takasa adalah Aka dan Yuuka adalah sahabat, sama seperti Giovanni dan Campanella. Ya, Aka sebagai Giovanni dan Yuuka sebagai Campanella.

Kenapa begitu? Karena peran Aka yang lebih tertutup dan dia adalah yang menyelam ke air untuk mencari Yuuka. Terakhir, karena dia terbangun di kereta dan mendapati Yuuka sudah tidak ada disana. Bedanya dari Night on Galactic Railroad, disini kereta diganti bus, dan di scene terakhir Yuuka masih muncul.

Well, yang kudapat dari storyline adalah…. yah ini cerita dari Night on Galactic Railroad dalam versi Keyaki. Bisa saja Yuuka tenggelam dan tidak ditemukan, dan di scene saat Aka terbangun di rumah sendirian dan hanya ada kucing, itu adalah penggambaran dari ayah Giovanni yang pulang.

Bukan deskripsi storyline terbaik dariku, tapi inilah yang paling bisa kudapat dari MV Keyakizaka46 Heel no Takasa. Aku tidak begitu tertarik pada storyline karena mirip novel, dan lebih tertarik pada sinematografi MV ini.

Membahas sinematografi, well, ini aspek terbaik dari Keyakizaka46 Heel no Takasa. Underwater scene Aka jelas jadi bagian yang paling enak ditonton. Yah, memang tidak bisa kubilang scene terbaik dari MV-MV yang kulihat belakangan ini sih, tapi jelas kalau untuk jadi nominasi scene ini akan masuk.

They shoud’ve do this occasionally. Kenapa aku mengapresiasi tinggi scene ini adalah karena penempatannya yang sesuai dengan lagunya. Tepat di saat lagunya butuh visualisasi dalam slow motion. Ini masalah editing sih, apalagi kalau mengingat di Nobody kemarin kritikku untuk masalah ini cukup banyak.

Nah, masalahnya adalah aku sama sekali tidak paham kenapa ada scene yang diambil vertikal. Untuk memberi kesan kita melihatnya dari sudut pandang orang pertama? Tidak, terlalu inkonsisten kalau melihatnya dari sini. Berpindah-pindah dari Aka dan Yuuka, meski dominannya dari sudut pandang Aka.

I don’t get it. Just why?


Overall, Keyakizaka46 Heel no Takasa ini terbilang MV yang oke. Kalau mereka memang mengambil inspirasinya dari Night on Galactic Railroad, yah, ini jadi sedikit minus sih untukku. Karena seharusnya bisa lebih baik lagi. On second thoughts, well, this is decent.

Mengambil storyline dari sebuah karya terkenal selalu berakhir hit & miss, tapi untuk Keyakizaka46 Heel no Takasa ini bisa kubilang…. tidak sepenuhnya memuaskan tapi “sesuai ekspektasi” paling tidak. Bukan MV yang sangat spesial, tapi memorable. 

Sebagai MV pertama dari Yuukanen, setidaknya bisa kubilang kalau mereka mendapat MV yang selevel Yuichanzou, to say the least. Yah, kalau untukku sih ini jelas bukan MV asal-asalan seperti unit lain. YKWIM. Untuk MV debut, jelas Heel no Takasa termasuk apik.

Kalau kalian sendiri bagaimana pendapatnya tentang MV ini?

All images and videos used is credited to it’s respective owners

Mac Orionid
redmoon.macorion@gmail.com

14 thoughts on “Sakamichi Review : Keyakizaka46 Heel no Takasa”

  1. Plus.. sepertinya Yuukanen improve vokal juga.. gak kayak yang di Marry.. tp sperti biasa.. Akanen terlalu nasal dibanding sugaisama

  2. Gak nyangka 2 member ini bakal dpt lagu n MV sebagus ini, ane pikr mreka bkal dprt lagu model full edm yg jedag-jedug n MV yg nyeleneh 😀

    Gak ada namanya ya duo ini?

    Adegan yg pling ane suka pas brenang dlm air sma adegan2 mnjelang akhir yg mreka berdua rebahan diatas bus beratapkan gelapnya langit malam (jadul amat bhasa ane ) 😀

  3. Niat ya bkin MV nya, untuk unit 2 org ini wkwkwk
    MV nya bagus kalo menurut gua, walaupun rada kesal saat ntn ini di PC, jd lbh milih ntn di HP saja

    lagu nya sndiri blom begitu nyangkut tapu mungkin akan jadi suka seiring waktu.
    BTW, scene di dalam air gt, keren jg ya wkwkw, ngambil gmbr nya pun kyknya gk segampang itu hahaha

    1. Mungkin diancam mau dijadiin makanan kuda kalo gak niat 😀

      Yah, bisa dibayangin pas ngambil covernya Girls Rule, sebelas dua belas lah sama itu. Bedanya ini jadi video aja 😀

  4. Jgn2 ntar kedekatan mreka berakhir kyk gosip WakaReika 😀

    Perlu lah, misalnya YuukAka 😀

    Loh, ane kan mnyesuaikan dgn umur ente 😀

  5. Setdah, kok kesannya ente brusaha menjaga nama baik Aka tp dgn cra menjatuhkan Yuuka ya 😀

    Krn entenya yg mesum 😀

    Didapur

Leave a Reply