IZ*ONE Suki to Iwasetai Review

Single debut IZ*ONE untuk pasar Jepang, Suki to Iwasetai akhirnya dirilis pada 6 Februari 2019. Akhirnya. Apakah single ini akan berbeda dari La Vie en Rose? Dalam artian materinya apakah akan semenarik Color*iz. Itulah yang akan kucari tahu di review kali ini.

Nah, di single ini hanya ada 5 lagu baru, termasuk Suki to Iwasetai. Jadi lebih sedikit dibanding Color*iz. Langsung saja deh, ini dia review dari Suki to Iwasetai.


Covers Coverage

Ada 4 type untuk single ini. Mirip-mirip dengan formula yang biasa dipakai Sakamichi dan 48G. Ada Type A, B, Wiz*one ver, dan box ver. Perbedaan paling dasar adalah untuk Wiz*one ver ada dua cover, termasuk satu full cover dengan masing-masing wajah member, jadi untuk Wiz*one ver sendiri ada 12 cover.

Sementara untuk box version, semua cover dari Wiz*one ver bisa dibeli sekaligus, dan ada tambahan satu tiket undian untuk ikut di fansigning. Untung saja Sakamichi tidak menerapkan konsep ini. Berapa banyak uang yang bisa didapat?

Well, untuk cover keseluruhan, Type A & B diambil dengan latar belakang Shibuya. Tidak ada yang terlalu spesial sih. Untuk Wiz*one ver mengambil konsep yang sama dengan Color*iz, dan untuk box version ada tambahan nama untuk member.

Untuk covers, monoton. Sudah sering kulihat sebelumnya.


Songs

Suki to Iwasetai

MV untuk Suki to Iwasetai sebelumnya sudah kureview. Dan untuk lagunya, well, menurutku biasa saja. Melodinya tidak sebaik La Vie en Rose dalam hal mudahnya menempel di kepala. Jelas hilangnya catchphrase cukup berpengaruh.

Ketimbang “suki to iwasetai” aku malah lebih mudah mengambil lirik “won’t you kiss” dan “one more kiss”. Tapi overall, lagu ini membawa kembali nafas cool pada lagu dari idol K-Pop di Jepang. Setelah TWICE terus merilis single bertema cutesy –BDZ mungkin bisa jadi pengecualian- sudah lama tidak ada lagu seperti ini.

And it’s nice. Tapi sayangnya, subyektif, aku tidak begitu suka lagu ini. Belum lagi ada pronouncitation yang masih sedikit aneh.

Kenchanayo

Satu-satunya yang memakai bahasa Korea untuk judulnya. Lagu ini ada di sisi retro dengan permainan gitar yang mencolok. Just kinda those good old pop disco song. 

Lagu ini cukup adiktif, memang tidak ada catchphrase sama sekali, tapi dari musiknya aku bisa menikmati lagu ini. Cukup bisa membuat kaki menghentak sesuai melodinya.

Gokigen Sayonara

Lagu kedua yang mendapat MV, dan belum dirilis sampai artikel ini naik. Lagu ini dibawakan unit Wonyoung, Chaewon, Hiichan, Eunbi, Kangchan, Yujin, dan Chaeyeon. Relatif sama dengan dua lagu sebelumnya; kesan pertamaku biasa saja.

Lagu ini kurang di impact, tidak ada punchline dan melodinya biasa saja. Malah sedikit membuat sakit kuping karena treble yang berlebihan. Yang mengesalkan, teaser MV Gokigen Sayonara menarik. Apa nantinya pendapatku bisa berubah? Tunggu saja reviewnya.

Neko ni Naritai

Dibawakan unit Kkura, Yul, Yena, Nako, dan Minguri. Karena ada Yul dan Yena, kualitas vokal dari lagu ini bisa dibilang yang paling oke. Love how Yul hit that note….. and how little Minguri’s part.

Dari lagunya, tidak terlalu mudah menempel. Sampai first verse aku suka, tapi setelah itu, it went downhill. Lagu ini butuh waktu lebih sebelum bisa kukatakan sebagai lagu terbaik dari single ini. Mungkin MV nantinya bisa membantu penilaian.

Dance wo Omoidasumade

Lagu terakhir ini ada di Wiz*one ver dan dibawakan oleh Wonyoung dan Kkura. Sedikit banyak cukup mirip dengan Kenchanayo. Hanya saja lagu ini sedikit lebih pelan temponya. Menurutku Dance wo Omoidasumade adalah lagu yang paling jelas dari pronouncitation.

Dan yeah, kekurangan di sisi ini masih cukup kentara. Jelas ini untuk Wonyoung. Intonasinya sedikit aneh, atau ini cuma untukku? Well, yang pasti lagu ini memberi impresi yang gado-gado.


https://www.soompi.com/article/1301547wpp/izone-reveals-colorful-logo-for-official-fan-club

Overall, kalau dibandingkan Color*iz, materi yang dibawa di Suki to Iwasetai, secara subyektif, bagiku kurang matang. Mungkin juga karena perbedaan ekspektasi, karena secara umumnya aku melihat rilisan di Korea hampir selalu lebih oke ketimbang rilisan di Jepang.

Entah karena formulanya yang beda atau musiknya memang segmentatif, yang pasti sih aku cukup kecewa dengan single debut ini. Lagu-lagunya tidak ada yang membuat “wow” atau setidaknya enak didengarkan berulang kali.

Prejudice it is. Tapi daripada aku menulis panjang lebar kenapa aku merasa Suki to Iwasetai kurang oke, aku lebih ingin dengar pendapat kalian tentang single ini. Mungkin dengan komparasinya dengan Color*iz sekalian.

All images and videos used is credited to it’s respective owners

Mac Orionid
redmoon.macorion@gmail.com

2 thoughts on “IZ*ONE Suki to Iwasetai Review”

  1. Rank menurut ane :
    1. Neko ni Naritai
    Ane suka, instrumennya simple bikin betah didengerin sering-sering. Lyricnya juga sederhana, vocalnya Yuri candu.
    2. Suki to Iwasetai
    Awal denger biasa aja, kaya lagu teater AKB. Tapi makin sering didengerin reffnya asik dan mudah diinget.
    3.Gokigen Sayaonara
    Ini juga reffnya asik, masalahnya vocal Hiichan gak banget di lagu ini, padahal di lagu lain mendingan.
    4.Dance wa Omoidasumade
    Lagunya biasa aja, yg bawain juga biasa aja.
    5. Kwenchanayo
    Gak nyaman dengernya, rame bgt.

    Lagu utama menang La vie En Rose dari Suki to Iwasetai. Tapi lagu couplingnya sih menang ini, Coloriz couplingnya gak ada yg nendang
    Kesimpulannya secara kualitas menang Coloriz, tapi secara selera menang ini 😀

    1. Kurang lebih rank ane sama deh. Gak ada lagu yang bener2 spesial dari single ini.

      Kalau ngebandingin ini sama Color*iz, entahlah. Ane masih sering nge-play O My sama Yume wo Miteru Aida. Kalau dari Suki to Iwasetai, paling banter juga cuma Neko ni Naritai. 😀

Leave a Reply