Sakamichi Review : Kuroi Hitsuji MV

Akhirnya (sigh) Kuroi Hitsuji MV keluar juga. Well, separo-benar. Karena mengatakan “rilis” pun sebenarnya hanya dirilis lewat situs resmi Keyaki, bukan di Youtube seperti biasa. Ada apa ini? Akhirnya mereka membuat image misterius naik selevel lebih tinggi?

Selanjutnya mungkin mereka akan merilis MV untuk sebagian kalangan saja, bahkan mungkin tidak dalam bentuk digital. Demi kesan misterius. Kalau ini era H.O.T. sih aku senang-senang saja, tapi di zaman dimana semua idol menunjukkan image yang lebih down-to-earth, ini agak mengesalkan.

Well, seperti yang sudah kutulis di artikel sebelum-sebelumnya, belakangan ini lebih banyak dihibur IZ*ONE, Cherry Bullet, dan juga berita sedih tentang Arashi. Jadi, sejujurnya, ekspektasi untuk Kuroi Hitsuji MV ini rendah, apalagi mengingat beberapa single terakhir, jelas tidak masuk kategori membuat ceria.

Jadi, entahlah apa Sakamichi Review kali ini bisa enak. Dan benar saja, terlambat sehari kan. Langsung saja deh, ini dia Sakamichi Review untuk Kuroi Hitsuji MV.


http://www.keyakizaka46.com/s/k46o/?ima=0000

Well, kesan pertama yang kudapat dari Kuroi Hitsuji MV ini adalah MV yang pertama kalinya -dalam tanda kutip- yang membuat peran center, Tecchi jadi jauh lebih dominan dari single-single sebelumnya. Untuk proporsinya, 85% Tecchi, 5% member lain, 5% storyline, dan 5% camera works.

Seingatku, MV terakhir dimana Tecchi tampil begini dominan adalah Getsuyoubi. Yang mana juga punya koreografi serupa. Ini untuk nanti. Well, apa ini berarti MV ini sebegitu membosankannya, terlalu fokus pada center untuk ukuran 17-nin senbatsu, dan banyak yang berteriak tidak puas?

Frankly speaking, yes. Dari satu sisi -yang selalu jadi kritik utama untuk Kanji- Kuroi Hitsuji MV memang layak jadi kambing hitam yang pas untuk menggambarkan semua kritik itu. Tecchisentris yang semakin kuat justru akan menenggelamkan grup itu sendiri.

Kalau dariku yang sampai menulis prediksi soal single ini, peran Tecchi yang semakin besar ini jelas membuat minat untuk serius menanggapi Kanji seperti Nogi semakin luntur. Tidak ada kejutan, hanya formula yang diulang-ulang terus; MV yang gelap dengan Tecchi sebagai center.

https://twitter.com/keyakizaka46/status/1091622695823790080

Well, lalu apakah Kuroi Hitsuji MV ini sejelek itu? Obyektif saja, tidak. Malah, dari segi visual, ini adalah MV terbaik Kanji sejak mereka debut. Dan single dimana Tecchi jauh lebih terlihat sebagai center -bukan semata karena screentime- that’s a bold statement. Coming from me, no less.

Satu-satu kenapa Kuroi Hitsuji adalah MV terbaik sampai sekarang. Pertama, peran Tecchi yang berubah. Bukan lagi sekedar menjadi center, tapi menjadi performer. Ini peran yang umum di Keyaki, termasuk di Hiragana yang jadi perhatian saat MAMA 2018 kemarin.

Sedikit banyak kebalikan dari konsep EXILE dimana vokalis+performer, Tecchi jadi performer di sebuah idol group. Peran yang berubah ini -setidaknya, ini pendapat pribadiku- bisa jadi penjelasan yang cukup memuaskan. Karena toh dia hampir tidak mendapat line sama sekali di lagu ini.

Kedua, konsep MV ini sedikit lebih oke ketimbang Garasu atau  Ambivalent. Kalau dua itu lebih ke action atau simbologi yang monoton, Kuroi Hitsuji, sekali lagi, lebih dramatis seperti Getsuyoubi. Okelah, ini tergantung preferensi. Yang pasti sih, aku cukup suka.

Untukku, berkaitan dengan poin nomor satu, konsep Kuroi Hitsuji dimana fokus ada pada Tecchi dan konsep bertema suicidal, meski sedikit lemah pada storyline, semuanya punya benang merah yang sama. Sedikit membahas tentang poin Ketigastoryline.

Disini aku tidak bisa menentukan peran Tecchi. Apa dia orang yang kenal dengan seseorang yang terbunuh di opening scene atau justru dia adalah orang yang mati itu dan yang kita lihat sepanjang Kuroi Hitsuji MV adalah spirit? Simbologi bunga merahnya sudah banyak dibahas.

Setelahnya adalah scene yang menggambarkan semua hal yang membuat hidup ini sucks. Depressions, burden, hard to be different -particularly in Japan’s strict society- bullying, suicidal, pressure, hikikomori, all of those stuff. Yeah, this is a hell of a concept, a theme nobody would related to an idol.

Aku tidak akan menjabarkan satu-satu karena sudah banyak yang melakukannya. Yang pasti sih, antara konsep dan storyline, ini adalah salah satu yang terbaik untuk Kanji. No need to beat around the bush like some of previous’ MV.

Tecchi yang berusaha memeluk -embracing mungkin kata yang lebih tepat, entah apa padanan yang lebih cocok dalam bahasa Indonesia- member lain yang berada dalam kondisi yang buruk itu tidak mendapat balasan kecuali dilempar kesana-kemari. Referensi dari Getsuyoubi.

Lalu saat dia ada di sebuah ruangan yang kuasumsikan adalah gambaran masa kecilnya, lalu dua orang yang entah siapa dengan foto-foto yang mungkin juga adalah kenangan akan Tecchi. Di titik ini kurasa Tecchi adalah orang yang bunuh diri di opening scene. Dan dia tiba-tiba mendapat bunga merah lagi setelah kehilangan di scene sebelumnya.

Suasananya menjadi lebih terang selanjutnya, tapi dia masih ditolak oleh semua yang berprinsip every man for himself, hanya untuk kemudian bertemu dirinya yang masih kecil dan mendapat bunga lagi -I lost count of how many times she got’ em- kemudian beralih ke rooftop.

Finale. Apa yang kudapat dari scene terakhir, dan juga dari keseluruhan adalah mungkin adalah- penggambaran dari istilah “my life is flashing before my eyes” yang umum digunakan saat seseorang menjemput ajal. Tecchi berperan sebagai orang mati, dia menyaksikan semua hal buruk yang mungkin mendorongnya bunuh diri.

Untuk kabur dari semua itu. Dia punya masa kecil yang bahagia dan tumbuh melihat semua kebahagiaan itu satu-satu meninggalkannya, digantikan oleh gelapnya dunia nyata. Dia mungkin tidak mengalaminya sendiri, karena semuanya digambarkan oleh member lain.


Well, itu satu teori tentang Kuroi Hitsuji MV. Teori lain yang terlintas di kepalaku adalah Tecchi dari awal tidak ada di dunia nyata, melainkan apa ya, inner self you may call it. Yang berusaha membuat semua orang menyuarakan dirinya sendiri, tidak menjadi silent majority, atau korban dari lingkungan sosial.

Bagaimana dia ditolak dengan keras adalah gambaran tentang bagaimana lingkungan sosial di Jepang -dan dimanapun di Asia, kurasa- lebih resistan pada sesuatu yang terlalu outspoken. Ini terlihat dimana sampai akhir Tecchi hanya diterima alakadarnya saja.

Dua teori ini adalah yang kudapat dari Kuroi Hitsuji MV. Apa kalian punya teori sendiri tentang MV ini?

Beralih ke aspek lain; sinematografi. One take shot mungkin bagus, tapi aku cukup bingung dengan bagaimana kita sebagai penonton dihadapkan pada sudut pandang. Apakah orang pertama atau orang ketiga? Beberapa kali ada shifting yang cukup membuat bingung.

Mungkin itu satu-satunya keluhan dari Kuroi Hitsuji MV. Yang lain seperti background atau pemilihan tempat, kurasa sudah oke. Disini beralih ke bagian yang biasanya selalu jadi bahan gorengan; screentime. Apa ada yang setuju kalau kubilang kali ini lebih baik daripada sebelumnya?

Lebih baik dalam artian efektif. Meski banyak yang hanya mendapat 2-3 detik screentime, mereka bisa menyampaikan pesannya dengan jelas. Sesuatu yang lama tidak kita dapat dari MV Kanji. Well, dengan konsep dan storyline yang sekuat ini sih, sudah layak dapat 4/5 bintang.

Konsep. Nah, ini mungkin juga alasan kenapa MV ini tidak naik ke Youtube karena mengandung sisi gelap yang mungkin dianggap tidak cocok untuk semua umur. Karena Keyaki juga termasuk mainstream idols, wajar saja. Memberi rating di Youtube sih sama juga bohong kan.

Tapi kalau ini jadi alasan utamanya, well, mungkin kita harus melupakan peluang lagu ini dibawakan live. Karena setahuku juga hanya sedikit berita yang mengangkat tentang rilisnya MV ini, jadi siapa yang akan tahu selain fans? Re-upload video juga paling hanya bertahan hitungan jam saja.

Kalau di pembuka aku mengeluhkan hal ini -karena menulis SR kali ini juga memakan waktu 2 hari- sekarang aku cukup mengerti kenapa Kuroi Hitsuji MV tidak, atau belum naik ke Youtube. Mungkin saja nantinya akan ada versi lain.


Overall, Kuroi Hitsuji adalah MV yang oke. Bagiku, ini adalah MV terbaik yang dirilis Keyaki selama ini. Oke, ini terdengar maksa terlebih karena aku sendiri menginginkan perubahan center, tapi obyektif pada MV saja, siapa yang akan bilang tidak?

Juga karena peran Tecchi yang berubah aku lebih bisa menerima MV ini. Ini sedikit subyektif sih jadinya. Yang pasti, Kuroi Hitsuji adalah MV yang solid, tapi masih ada kekurangan kecil. Konsep, presentasi, semuanya paling tidak dapat nilai B.

Kalau untukku sih sindrom review masih ada, kalau sudah mereview satu MV, biasanya aku tidak akan menontonnya lagi. Kuroi Hitsuji MV bukan pengecualian. Apalagi ini bukan tipe MV yang eye-candy, jadi ya lewat saja. Mungkin aku baru akan menontonnya lagi saat live untuk membandingkan. Jujur saja, MV ini bikin lebih cepat bosan.

Well, bagaimana dengan kalian? Apakah Kuroi Hitsuji termasuk MV yang bagus atau tidak? Comment and share your thoughts, even if this review was late.

All images and videos used is credited to it’s respective owners

Mac Orionid
redmoon.macorion@gmail.com

22 thoughts on “Sakamichi Review : Kuroi Hitsuji MV”

  1. Yap.. setuju bgt sih. Tapi drpd mv dan lagu lain.. ntah kenapa lagu ini paling ngena. Ya walaupun secara ‘me’ bgt ehehehe..

    Ada vibe yang mirip kek getsuyoubi.

    Seandainya ini 21nin 🙁

  2. Prediksi center yg sia-sia 😀
    Screentime lebih parah dari kaerimichi, kayak bener-bener Techi tampil solo. Untunglah Pon dapet lumayan.

    Ane suka MVnya, pengambilan gambar tanpa putus dari awal sampe akhir keren bgt menurut ane.
    Ane gak begitu paham storylinenya, yg bisa ane liat MV ini menggambarkan masalah-masalah di kehidupan nyata.

    Sebuah gebrakan baru, biasanya Keyaki selalu pake seifuku di MVnya yg juga dipake buat perform, kali ini enggak 😀

    Kesimpulannya ane suka sama MVnya. Kanji emang harus dinikmati sebagai satu kesatuan, karena kalo suka sama member tertentu pasti bakal kecewa sama ni MV karena member lain benar-benar seperti figuran/backdancer.

    1. Untungnya, ane udah prediksi juga. Gak sia2 amat lah 😀

      Bukan yang paling bagus dari one-shot MV, tapi lumayan okelah. Screentime-storyline ya gitu deh.

      Justru bagus, pake seifuku malah jelas maksa di storyline ini.

      Mungkin beberapa hari kedepan, kalo gak sibuk sama IZ*ONE ane bakal bahas soal Kanji 😀

  3. Padanan embracing = menggulati

    MVnya oke banget. Baru kali ini ane ga pake Byakugan buat cari Ue. Terfokus sama Tecchi dan cerita di mvnya.

    Kameranya juga suka. Tapi, ini ga one shot kayaknya. Ada yg kepotong dibagian Habu jalan sama gengnya.

    Ceritanya ane lebih ke Tecchi bunuh diri, terus kejadiannya berputar terus.
    Atau, ceritanya ambil makna secara harfiah dr judulnya, Kambing Hitam alias Scapegoat.

    Soal center dan fokus ke Tecchi, bilang aja ini cirinya Kanji. Biar beda gitu sama idol lain. Yg lain pake center ganti2, ini permanen. Jadi ya nasib fans deh yg pilih oshimen dr kalangan jelata. 😀
    Dan knpa ini ga diup di YT dulu, itu juga biar beda. Kanji kan BIB (Bukan Idol Biasa) 🙂

    Lagunya enak, sayang suara dan teknik vokal yg ngebawainnya masih kurang.

    4/5

    Btw, ente nangis ga min pas nonton ini? Kok di s48 banyak yg komen nangis gitu. Klo ane malah ngakak pas liat akting Tecci yg terakhir. 😀

    1. Malah aneh 😀

      Ue keliatan jelas juga 😀

      Kaya film apa tuh ya storyline di MV ini, Along with the Gods kali ya?

      Ya intinya gak perlu dibahas soal center. Diem aja udah paling bener 😀

      Nangis hanya dari MV? Ane nonton Graveyard of Fireflies juga gak ada nangis2nya. 😀

  4. Yup mv paling patut untuk diapresiasi. Dan bisa dibilang salah satu mv yang pling bagus di semua rilisan kanji.
    Mo gmn lagi ya… dulu pas jaman acchan jadi center trus di akb. Aq jg termasuk yang paling kenceng teriak bosennn. Tapi untuk techi entah knp aq merasa fine2 aja. Mungkin kalo ada title untuk best center all the time emang cocok disematkan pd techi. She still irreplaceable. Karismax udah tingkat dewa bgt ya even cahaya double suns (naachan maiyan) mereka digabungin masih bakalan kalah terang sama karismax techi. mgkin sampai single k 10 pun kita harus siap mental kalo bakalan techi tetap centerx. The worst is kmungkinan center baru ganti itu pun jika techi graduate.

    1. Get rid of that subliminal message and go right through it! 😀

      Semua karena satu hal; lagu Keyaki masih monoton. Gak bervariasi kaya AKB di era Acchan; Kaze wa Fuiteiru, Shojotachi yo, etc Coba kalo ada lagu2 summer yang ceria, ane mau liat apa masih bakal ada yang defend Tecchi kalau lagunya kaya gitu?

  5. arghtttt, ini mah emang mv terbaik sepanjang rilisan, lagunya juga ngena banget, ane baca² ini lagunya dari usulan semua member ya ? termasuk hiragana dan gen selanjutnya. keren, 4.5/5 buat overall, tinggal tunggu lagu brrikutnya

    btw min, ane yg di fb, yoroshiku oneghaisimatsu buat semuanya

  6. Kirain dgn 17member bakal le ih bisa bnyak dpt jatah screentime buat bidadsri2 ane, ternyata tidak 😀
    Tp untungnya kyk ente bilang, biarpun member lain cma persekian detik tp kisah merka ya bisadibilang tersampaikan dan emanh pas klo cuma 17 member, klo 21 mungkin malah gak bagus.

    Btw ada yg tau Techi nerikain kalimat apa dalam MV yg tiba2 mnejadi ngemute persekian detik ini? 😀

    Untuk nilai: 4/5

    NO NO NO NO
    Zenbu boku no sei da

    1. Masih dapet screentime udah untung. Udah jangan banyak protes. 😀
      Kalo masih protes, udah dibilangin, ganti itu Lord President 😀

      Banyak teori di Twitter sama S48, cari aja sendiri pak 😀

      Udah lupa lagunya ane 😀

  7. Nilai : 8.9/10 bagus banget… Feel dapet, lagu nice, dance mantep ada rasa futasezon sama getsuyoubi tapi bisa jd versi live berbeda (beberapa bagian ane teringat dance synchronicity di part kitto dare datte dare datte~ dance acak tapi senada), jalan cerita misterius sehingga teori teori konspirasi bertebaran :v tapi seru sih bacanya…

    Kekurangan setuju kayak kata mimin diatas… Oshi ane yang digadang gadang jadi center terlempar kebelakang mana di sudut pula :’ cuma dapet scene merenung nasib kapan jadi center :’v

    Yang di sebelah habu siapa yak? Figuran? Kayak zummin :’

    Terakhir banyak banget hal hal yang mudah diingat di MV ini… Walaupun sedikit scene nya kayak Koike nangis, pon, neru ( Kayak pernah liat scene ini tapi entah dimana), berika megang burung :v, dan lain lain… Mungkin karena punya peran masing masing kali ya jadi bisa mudah diingat

    Kok banyak yg bilang kambing hitam ya? bukannya domba hitam… Apa sama saja? :v

    1. Kayanya semua teori soal storyline menjurus ke dua yang ane tulis diatas sih. Jadi gak terlalu membingungkan sih.

      Kapan jadi center? Pertanyaan yang lebih pas mungkin kapan fans berhenti berharap? *ouch

      Di sebelah Mizuho? Yang di scene mana?

      Yep, semua punya peran masing2 yang berhubungan sama depresi dan sejenisnya. Jelas gampang diinget. Kali ini berhasil sih dari segi ini.

      Itu istilah aja sih. Black sheep di bahasa Inggris artinya kalau dibahasa Indonesia-kan ya kambing hitam.

  8. Salah satu jenis MV yg bkin gua gk bsa komen untuk screentime nya hahaha
    mau gmn lg, MV nya kyk bgni. TAPI !

    MV nya memuaskan diri gua, gak nyangka black sheep akan punya MV yg segelap ini, bener” mengangkat bagaimana rasanya menjadi satu” nya yg berbeda, mungkin beberapa orang dapat menerima kita, tapi masyarakat tidak menginginkan adanya mereka yg berbeda,

    Gua demen sama MV nya, kesan nya tragis dan sedih kalo menurut gua,
    lebih ke performer… makin kesini makin berasa ya. mereka ngebuat techi bukan jadi center dari lagu itu sndiri, tapi lebih jadi aktor dr cerita itu.

    gk masuk ke youtube, hal prtama yg gua pikirkan adalah, YESSS akhirnya gua bsa ntn MV nnya langsung tanpa adanya region restrriction hahaha

    dan MV nya bkin gua ntn lagi dan lagi, kayak gua gk mungkin bsa menikmati MV nya kalo cmn ntn sekali, gua belum bener” menonton dengan detail wkwkwkw
    krna kyknya banyak bgt detail” yg kelewat begitu aja hahaha


    rasanya pupus harapan saat prtama denger teaser kuroi hitsuji kmrin, techi nya center lg,
    kepengen bgt dpt center baru,,, entah lah, apakah summer nanti dpt org baru ahhahaha

    1. Ini win-win solution banget sih. Mendingan bikin MV yang kaya gini, ganti peran center ke performer. Kelar urusan ribut2 damai dunia 😀

      Tetep aja ngeselin gak naik ke Youtube. 😀

      Entahlah, ane sejak review ini MV belum nonton lagi. *karena nyari2 Gokigen Sayonara & Neko ni Naritai juga sih 😀

      Center baru? Yah, kaya yang ane bilang di atas, mau berharap sampai kapan? 😀

  9. Menarik untuk melihat techi dgn lagu summer ceria… pingin liat juga, setidaknya di sekai ni wa dan futari doi nailed it menurutku.

    Thanks loh min ada rencana buat nulis ttg kanji lagi. Karena ane sudah jarang banget baca di sini lagi.

    1. Ane gak bisa bilang apa Sekai ni / Futari itu bisa dibilang lagu yang ceria 😀

      Butuh niat yang gede sih kalau mau nulis soal Kanji lagi. Tapi yah…diusahakan.
      *kalimat terakhirnya nyesek juga 😀

  10. Bukan protes pak, cuma skedar ngeluarin unek2 ttg harapahan yg sdh ada sejak zaman dahulu kala 😀

    Lah pak, MV nya aja ane cma liat sekali, kira2 mungkin gak dengan keadaan gtu ane rajin buat baca2 teori di s48 atau twittr sperti yg bapak sarankan? Klo tau plis kasih tau, jgn suruh ane buat repot 😀

    Dasar tua 😀

Leave a Reply