Arashi 2020 : End of an(other) Era

Baru-baru ini, aku cukup dikejutkan dengan berita menyedihkan. Oke, sudah beberapa hari sebelumnya aku tahu, tapi karena banyak kepentingan dan lebih karena shock, makanya baru sekarang sempat menulis uneg-uneg tentang ini. Arashi akan bubar di 2020.

Well, bubar mungkin bukan kata-kata yang tepat. Indefinite hiatus lebih cocok dipakai. Karena Ohno mengatakan Arashi akan menghentikan semua aktivitas sebagai grup per 31 Desember 2020. Ohno jugalah yang pertama mengangkat topik ini, menurut Nikkan Sports, di Juni 2017.

Kalau dari timeline, ini sebelum album terakhir Arashi, Untitled -yang mana juga belum kudengarkan semuanya, jujur saja- Ohno sudah membicarakan keinginan untuk “menjalani kehidupan yang normal” dan kemungkinan pensiun dari dunia showbiz di 2021.

Sho, Aiba, Matsujun, dan Nino semuanya sepakat mendukung keputusan Ohno, dan mengatakan kalau hanya berempat Arashi tidak akan seperti sebelumnya. Keempatnya belum memutuskan langkah kedepannya tapi memberi hint kalau mereka tidak akan pensiun.

Mereka juga mengatakan tidak ada bad blood di grup, atau bahkan kata-kata disbandment berlaku untuk Arashi. Dan Ohno tidak seharusnya menjadi villain di cerita ini dengan menanggung peran sebagai “orang yang membuat Arashi bubar”

“Saat kami memutuskan hal ini, mereka mengatakan kalau kami akan berjalan sampai akhir dengan senyuman. Meski aku merasa bersalah dengan keputusanku, aku senang menjadi bagian dari Arashi” – Ohno.

Sebelumnya, aku sudah menulis kalau Arashi sendiri sudah menjadi bagian dari dunia musikku sejak lebih dari satu dekade lalu. Berita ini membuatku merasa sebagai fans, meski jelas bukan hardcore fans yang selalu mengikuti rilisan terbaru mereka, waktunya untuk memberi standing applause.

Dan jelas, berita ini bukan berita yang bisa dilewatkan begitu saja. Dalam waktu singkat, banyak fans bukan hanya dari Jepang tapi dari seluruh dunia menanggapinya dengan tangisan. Sebagian besar menyatakan bagaimana Arashi menjadi “teman” dalam melewati masa muda mereka.

Well, I’m hardly one of them. But surely, Arashi was one of my favourite boy groups outta there. Not because of their acting gigs, image, or whatsoever, but solely because of the music. I don’t care what people are saying, their music are just….music for my ears.

Membicarakan image dan lain sebagainya, jelas mereka juga adalah boy group terbesar di Jepang setelah SMAP bubar 2016 kemarin. Dan ada satu pertanyaan menggelitik setelah berita ini naik; siapa yang layak mewakili Jepang di panggung Olimpiade 2020?

Oh, tentu kalau kalian mengikuti, topik ini sudah sering kubahas. Aki-P jelas berniat mengambil jatah kue, begitu juga dengan Johnny’s dan lainnya. Arashi jelas masuk kandidat kuat untuk ambil bagian, dan terutama karena mereka masih akan aktif sampai 31 Desember 2020.

Jelas juga bagaimana mereka bisa dibilang representatif Jepang saat ini. Sejak 1999, mereka mengikuti jejak SMAP menjadi brand, lebih dari sekedar grup. Di era 2000, waktu dimana aku juga mulai mengenal mereka, they’re everywhere. For all the good things, I like their songs more than SMAP.

Untukku, mudah saja untuk bilang kalau Arashi lebih dicintai daripada SMAP, bahkan untuk urusan bagaimana mereka mengakhiri karir. SMAP penuh dengan skandal -seperti biasa- dan mendadak. Arashi tidak memberi kesan kisruh sama sekali dan memberi fans waktu.

But hey, it’s always like that in Johnny’s. So who knows?

48G, Sakamichi, kalau dibandingkan jelas tidak bisa bersaing. Internet age vs good old school. Punya jangkauan internasional yang lebih luas vs lebih lokal tapi dengan impact yang jauh berbeda. Well, aku masih kesal dengan fakta bahkan sejak 2010, mendapat materi Arashi dengan bebas sama mudahnya dengan menjungkirbalikkan internet.

Well, kembali ke pertanyaan sebelumnya, apakah mereka masih akan berpartisipasi di Olimpiade 2020? Aman untuk bilang iya. Dan disana kita akan menyaksikan berakhirnya sebuah era lain. Era dimana sebuah grup menjadi sebuah brand yang begitu besar, dari era dimana internet belum seluas sekarang.

Akhir kata, aku memberi standing applause untuk Arashi. Bukan untuk yang terakhir kalinya, tapi untuk memberi selamat tentang bagaimana mereka memutuskan untuk berhenti. Memulai sebagai 5, berakhir sebagai 5.

積み重ねた言い訳より ありのままを信じてみよう
嘘だらけの幸せより 素直のまま微笑んでいよう

All images and videos used is credited to it’s respective owners

Mac Orionid
redmoon.macorion@gmail.com

4 thoughts on “Arashi 2020 : End of an(other) Era”

  1. Kirain Ohnonya sakamichi 😀

    Jd alasan hiatusnya gk dijelasin scra gamblang?

    Gak pernah denger lagu2nya, oh paling yg waktu duet sama Nogi, itu bawain lagu mereka kqn?.
    Klo dri personil cma tau si om Aiba, itu pun baru tau barusan namanya, selama ini nnton drama yg ada dia tp gak tau namanya, skedar tau dia personil Arashi 😀

    Bisa gak dibilang krena berita ini justru semakin “memungkinkan” Arashi buat tokyo 2020, yah sebagai penghormatan jg.

    Ane ikut ente ajalah min, beri standing applause 🙂

    1. Demen juga ente sama Keyaki 😀

      Udah kan, Ohno mutusin buat berhenti. Member lain sepakat.

      Yang kapan pak?
      Ente nonton drama apaan yang ada Aibanya?

      Bisa, asal marketingnya tepat. Kaya yang ane bilang, posisi Arashi sebagai brand, bukan grup lebih dikenal.

  2. Emng ohno cma punya keyaki? 😀

    Dah pasti itu berhentinya? Kirain cma skedar isu.

    Lupa ane judul dramanya, yg dia jd detektif+orang kaya tp setiap ada kausus pembantu2nya yg turun tangan, dia cma ongkang2 kaki 😀

    Ya sukses ajalah, semoga Nogi jg diundang #loh 😀

Leave a Reply