Turning Twenty, a Golden Generation for Nogizaka?

Di tanggal 11 Januari 2019 kemarin, 7 member Nogizaka melakukan upacara Seijin Shiki, coming of age, atau upacara untuk memperingati seseorang berumur 20 tahun di Jepang.

Well, memang artikel ini overdue karena terlalu banyak yang mengalihkan perhatian selama beberapa waktu terakhir -NGT- tapi karena masih di bulan Januari, belum terlalu terlambat untuk dibahas sedikit.

Member Nogi yang ikut di upacara ini adalah Ashurin, KTK, Aachan, Ranze, Junna, Ume, dan Tamura Mayu. Untuk yang terakhir ini jelas masih asing karena dia adalah member Gen 4, yang tertua dari Gen 4.

Tapi untuk kali ini, aku tidak akan membahas Gen 4 lebih lanjut karena toh mereka masih belum semuanya diperkenalkan di Nogichuu. Kali ini lebih pada bagaimana Ashurin akhirnya menjalani seijin shiki Nogizaka menjadi poin penting.

Kenapa demikian? Karena setelah Ashurin, member termuda dari Gen 1 sudah masuk usia dewasa, 7 tahun setelah Nogi pertama debut. Artinya dari sejak pertama, bagi yang sudah mengikuti Nogi selama itu, sudah 7 tahun.

Jujur saja, rasanya aku hampir belum pernah ketemu orang yang sudah menjadi fans Nogi sejak 2011.Rata-rata di angkatanku atau sekitar 2013. Atau mungkin semuanya sudah retired, yang pasti sih, dulu di awal-awal, mencari informasi tentang Nogi bisa dibilang susah.

Nah, di poin ini, membayangkan kalau 4 tahun setelah aku mengenal Nogi mereka akan jadi sebesar sekarang hanya bisa dibilang impian di siang bolong. The future seems dull for them.

Membicarakan satu member, Ashurin, membandingkannya saat pertama mengenalnya -she reminds me of one actress anyway- dan saat ini, prosesnya sama sekali diluar dugaan. Lebih ke karakter yang fresh, jadi dia bisa lebih diterima fandom.

Bagaimana dia bisa, dan bagaimana LLC bisa mengemas konsepnya tidak berputar di sekitar Ashurin melainkan masih untuk Double Suns, membuatnya perlahan bisa menggantikan posisi member senior lain, adalah sesuatu yang patut diapresiasi.

2016 jelas menjadi titik balik dimana dia menjadi center Hadashi. Di tahun yang sama dua member senior grad, usia Ashurin yang lebih muda dibanding yang lain, dan waktu itu, memang yang paling menjanjikan dari member “muda” lainnya, jelas menjadi pivotal.

Di 2016, generasi 94 masih jadi generasi emas dengan banyaknya member yang bisa dijadikan pegangan grup. Ashurin praktis menjadi member baris depan termuda yang jelas dijadikan proyek jangka panjang.

Di tahun ini, menurutku titel generasi emas bisa dilanjutkan ke generasi 98 alias mereka yang menjalani seijin shiki Nogizaka di 2019 ini. Dua nama yang jadi powerhouse, sisanya veteran untuk stage play, dan satu -yang kuharap- late bloomer.

Variasinya lebih banyak dari generasi 95-96-97, yang sadly, di 2019 ini hanya meninggalkan Ikuchan sebagai pemain kunci di Nogi. Tapi bisakah kita bilang kalau generasi emas sekarang jadi milik generasi 98?

Ya dan tidak. Untuk sekarang, aku masih melihat mereka menduplikasi apa yang dimiliki generasi 94, untuk warnanya secara keseluruhan, masih terlalu terpaku pada satu orang. Masih butuh waktu untuk benar-benar menilai hal ini.

Bagaimana Ashurin menjadi kata kunci untuk Nogizaka di 2019 ini, jelas adalah sesuatu yang paling sehat yang bisa dibilang dari Nogi sebagai idol group; regenerasi.

Well, di akhir kata, apa pendapat kalian tentang generasi 98 yang mengikuti seijin shiki Nogizaka tahun ini? Apa mereka layak disebut sebagai generasi emas, atau itu semua hanyalah halusinasi?

All images and videos used is credited to it’s respective owners

Mac Orionid
redmoon.macorion@gmail.com

9 thoughts on “Turning Twenty, a Golden Generation for Nogizaka?”

  1. Ayane, KTK wow, gu baru sadar ni bedua dr tahun yg sama,
    makin kesini gua making sering ngeliat kotoko ayane itu kayak satu paket….
    gmn kalau mereka Wcenter lagu under atau perlu bomb tiba” jadi Wcenter maing single, entah kenapa gua tertarik untuk melihat nya

    98=Emas?
    g bisa setuju bisa juga engga
    bila 2 tahun dr skrng, gen 98 ini making besar… gua rasa bsa d blng generasi emas,
    tapi dilihat dr gen 98 ini, memang sih isinya mereka” yg bisa di bilang punya peluang bagus di tahun ini dan depan
    ume yg cepet dan bisa kyk skrng pamor nya,
    ayane ktk, entah kenapa terasa stagnan tapi kalo diliat” engga jg trnyata
    ranZe gk trlalu kedengeran namanya selain di koujichuu
    maaya, haduh sayang bgt dia gk bsa ikut seijin shiki nogi kmrin, lumayan kan muncul di headline news
    tapi yd gpp, dia dpt stage 🙂

    tamura mayu… no comment, tapi jd bkin g keinget Katoshi dr Hiragana hahaha
    damn is this an assassin’s skill called doppelganger??
    LOL

    1. Berhubung Aachan udah dapet jadi Under Center, ane lebih prefer kalau Lord yang dapet kesempatan selanjutnya 😀

      Kenapa ane bilang emas, adalah karena mereka yang paling mendekati posisi Gen 94, dimana mayoritas udah punya nama dan jadi senior di grup.
      Aachan & Lord dapet stage play di akhir 2018, emang sih si kos serigala gak update beritanya.
      Ranze emang lagi downhill setelah 2017.
      Maaya wara-wiri di radio, itu udah cukup bagus deh.

      Ane no comment soal Tamura, soalnya belum nonton Nogichuu yang baru juga, belum bisa nilai member2nya 😀

Leave a Reply