A Recipe for Rigor Mortis

Apa yang akan kalian kalian katakan kalau alpukat dan semangka bisa mematikan jika dosisnya salah? Well, mungkin ada yang percaya dan tidak. Bagaimana dengan air? Tapi sebelum itu, bagaimana dengan rigor mortis, ada yang tahu?

Secara singkat, rigor mortis adalah fase ketiga dari kematian. Saat otot-otot di tubuh mengeras dua jam setelah kematian. Selanjutnya, dalam 8-12 jam setelah rigor, tubuh masih akan tetap mengeras selama 18 jam. Karena itu dalam menentukan jam kematian rigor mortis termasuk metode yang umum digunakan.

Kembali ke topik utama, dimana makanan sehari-hari bisa membahayakan. Beberapa buah memiliki kandungan yang berbahaya jika dikonsumsi berlebihan, seperti apel dan stroberi, anggur dan bayam mengandung banyak kandungan pestisida di dalamnya.

Dan yang dimaksud berlebihan, adalah kondisi dimana -untungnya- kita tidak punya perut sebesar itu untuk sampai pada level membahayakan hidup, sampai pada fase rigor mortis. Sekali lagi, untungnya, kita tidak bisa melakukannya dalam sekali lahap.

Pertama, bagaimana dengan semangka? Terlalu banyak cairan di dalamnya yang bisa mengakibatkan membengkaknya sel untuk menjaga keseimbangan elektrolit. Efeknya di otak antara lain merusak sel saraf dan memutus aliran oksigen ke otak. Berapa banyak yang dibutuhkan untuk itu? 130 gelas, atau 4 buah semangka.

Mungkin kalian berpikir, siapa yang akan makan 4 semangka sekaligus. That’s right. Nobody. Tapi ini hanya sedikit contoh dari bagaimana sesuatu yang berlebihan akan membuatmu mati. Lalu ada alpukat, buah yang sudah dikenal memiliki kandungan lemak tinggi.

Mengkonsumsi alpukat dengan takaran 240 buah, kandungan potasiumnya cukup untuk mengganggu ritme detak jantung karena kandungan potasium yang tinggi. Efeknya detak jantung bisa melambat atau berhenti. Bagaimana dengan substansi yang bisa dibilang paling dasar; air? Tidak lebih baik.

Water intoxification sangat jarang terjadi. Itu karena perut manusia umumnya hanya bisa menampung 4 gelas air. Semetara untuk sampai rigor mortis, kita butuh 30 lebih gelas air sekali teguk. Only if we had a bigger stomatch, so many will die of food poisoning.

Pada dasarnya, bahkan substansi yang bisa terlihat aman-aman saja, bagus malah untuk tubuh, sebenarnya menyimpan bahaya di satu titik. Hanya saja di level berbahayanya, kita relatif tidak akan pernah sampai di titik itu karena tidak bisa, bukan karena tidak ingin.

Dan ini membawaku kembali pada bagaimana member-member baru Sakamichi, tepatnya Nogi, mulai diperkenalkan. Di titik ini, honestly, I’m a bit perplexed at the moment. It doesn’t excite me that much. Not that I’m already thinking to abandon ship.

It was just…. just like I’ve had too much of those unhealthy dose of good things, and it leads to rigor mortis. Ya, entah kenapa aku merasa kedatangan Gen 4 tidaklah semenarik saat Gen 3 datang. Tidak, tidak, bukan karena aku sendiri bosan -faktor itu ada, tapi obyektif- lebih kepada pertanyaan yang muncul setelah mengikuti Nogi satu tahun ini.

Will it works for them? Hmm, masih butuh waktu untuk menjawab, tapi yang jelas, sejauh ini, di 2018 Nogi tidak memberi gebrakan baru, relatif biasa saja. Beda dengan tahun lalu dimana Gen 3 dalam masa emas, yang mana mungkin tidak lama lagi akan selesai juga.

If this was the future, it’s sad

Honestly speaking, this year are the weakest moment of Nogi. At least to me. Entah terjebak di zona nyaman -dan mereka melakukan yang terbaik dalam kondisi ini, kalau mau jujur- atau bagaimana, kedatangan Gen 4 ini seperti menambah stok amunisi.

Tidak ada kata terlalu cepat, kalau tidak mau dibilang terlambat. Tahun ini adalah tahun transisi mulai dilakukan, banyaknya yang graduate membuka peluang baru, hanya saja, apakah akan ada peluang itu? Itu pertanyaannya.

Tidak ada keraguan kalau Gen 4 akan membawa warna baru, hanya saja apakah warna itu cukup untuk membuatku, personally, menjadi sangat tertarik atau biasa saja. Dan saat ini, jujur saja, aku masuk fase rigor mortis karena terlalu banyak hal yang membuat otak ngidolku jadi kaku di akhir 2018 ini.

 

Sebelum-sebelumnya aku sudah pernah membahas tentang ngidol yang berlebihan. Sampai pada titik dimana fanatisme membuat banyak fans kehilangan nalar. Dan ini juga berpengaruh pada responku untuk Gen 4. Hal-hal seperti “masa lalu” dan tetek bengek lainnya…

Aku tidak ingin menulisnya lagi karena saat Keyaki, Gen 3, Hiragana datang pun sudah kutulis. Intinya adalah selain terlalu banyak hal bagus dari segi Nogi-nya, fandom yang berkembang jadi seperti ini sejak beberapa tahun lalu pun membuat rigor mortis.

Well, akhir kata, aku masih akan menunggu sampai bulan Januari datang sebelum memutuskan. Untuk sekarang ini, I’ll put myself aside for a while. Karena bagaimanapun, aku sudah jeblos terlalu jauh di Nogi and honestly speaking, the longest I’ve been into a fandom since SONE days. To just abandon them seems a bit unlikely for now.

All images and videos used is credited to it’s respective owners

Mac Orionid
redmoon.macorion@gmail.com

16 thoughts on “A Recipe for Rigor Mortis”

  1. Setelah Ikoma ngumumin grad,ane mulai gak antusias lagi,terlebih setelah benar2 grad,ane berasa ikutan grad juga
    Yang ada cuma komen2 rusuhdisini atau pun dikosan sebelah,apalagi kalau sebelah juga grad pula,,,fix,ane bakalan grad juga,,,

  2. Gen4 yahh bakal jadi molotov cocktail yg membakar tank baja lol oot bagi yg terlalu underestimate pada nogi dgn istilah oshi grad bakal pensi XD mungkin agan jga terlalu meremehkam gen4 ,saya merasakan detak kekuatan pada gen4 bukan hanya cantik2an kayak gen3 yahh pandangan itu ada di sakura gen4 nogi ini anak bakal jadi leader yakin sayadia itu tipikal heroine dgn aura optimis ala2 cewek anime gitu cuma firasat saja gen 4 nogi gen misterius maaf jika oot sejak kemunculan 1 per 1 tanggapan fans sangat meremehkan gen4 dgn terlalu membandingkan dgn gen 3

  3. Jadi gak tertarik nih, ane borong semua loh ntar gen 4 nya, ntar jangan nyesel ya trus ngkau2 pake ileran sgl 😀

    Ane aedikit tertarik soal gmn mnjemen bakal memperlakukan gen 4, n misalnya mereka diperlakukan wow juga, gmn dgn perlakukan ke gen 3? baik perlakukan dri mnjemen maupun fans 😀

    1. Nggak bilang gak tertarik, cuma nunggu waktu. Dan inget juga, ini level public appearance mereka lebih rendah dibanding Gen 3, dulu langsung dikenalkan, live hampir 1 jam. Ini? Cuma video 1 menitan per member, itupun gak di official Youtube kan. 😀

      Soal gimana perlakuan manajemen nantinya, ini buat artikel selanjutnya aja deh pak 😀

  4. Prediksi lucu aja :
    gen 4 akan merasakan nasib yg gak terlalu beda jauh dengan gen2 … hahaha cocoklogi

    tapi mungkin hype nya tidak seperti gen3
    yg mereka sebut sebagai generasi baru nya nogi dengan label “GOLD”
    wkwkw

    tp stelah ane liat” ada bbrp yg menarik, masih menunggu tahun depan abakal kyk gmn,
    btw, ane jg mulai keinget umur,,, wkwkwkw

    1. Bisa jadi, ini gak bisa dianggap remeh kemungkinannya. Respon fandom soal waktu datangnya generasi per generasi sejauh ini masih bisa dibilang kalau “generasi ganjil lebih menjual”

      Tahun depan… duh udah mau selesai aja ini tahun padahal banyak artikel yang udah deadline 😀
      Gak setua bapak kos sebelah, tenang aja 😀

  5. Oh, klo nunggu waktu ntar ente dpt sisa dri srigala doang 😀

    Mungkin krena mnjemen sibuk sma kegiatan grup di akhir tahun ini, jd ya alakadar dlu, tahun depan mungkin di gas mereka 😀

  6. Banyak grad juga bikin ilang semangat ngikuti nogi. Sebab mereka punya kepribadian dan pembawaan yang bakal berguna nanti.
    Anggap aja nogi kawah candradimuka, di sanalah mereka menemulan jati diri.
    Namanya juga fase-fase kritis, yang lama pergi ke tempat lain, yang baru berdatangan.
    Tinggal bagaimana yang baru dapat beradaptasi dan mampu memberikan setidaknya kesan yang sama dengan member perintis.
    Gegara kelulusan nishino sama waka, baru tau kawago umumin cabut. Dampak yang menyedihkan, peluangnya kecil, ya mending cari di tempat lain.

    1. The thing is, banyak orang yang terjebak nostalgia. 😀

      Kalo bilangnya udah waktunya move on sih, ane masih bisa paham. Tapi kalo udah terjebak nostalgia sih, mending ane ngomong sama tembok 😀

Leave a Reply