IZ*ONE La Vie en Rose MV Review

Single debut IZ*ONE, La Vie en Rose akhirnya dirilis pada 29 Oktober 2018 kemarin. Sebagai single debut, banyak harapan untuk lagu ini. Well, anything in French always sounds classy and sexy. Arti dari La Vie en Rose adalah rose colored life, literally. Terjemahan bebasnya mungkin life in pink, life in happiness, something like that.

Sebagai info La Vie en Rose juga adalah judul lagu Edith Piaf tahun 1947, tapi penggemar musik lawas mungkin lebih sering mendengar versi Louis Armstrong atau Bing Crosby. Tapi tentu saja yang dibawakan IZ*ONE bukanlah remake dari single tenar ini. Well, ini dia review untuk La Vie en Rose.

Setelah debut line-up yang cukup membuat heboh, IZ*ONE terbilang dengan cepat naik ke tangga popularitas. Beberapa kali member mendapat spotlight, yeah, tidak semuanya positif tentu. Tapi dengan mendapat CM untuk winter apparel & school uniforms, dan juga variety show, nama IZ*ONE makin terkenal.

Ada juga hal jelek seperti petisi untuk melarang IZ*ONE tampil di acara Music Bank di saluran nasional KBS, untuk alasan klasik perang sejarah antara Korea-Jepang dan bagaimana Aki-P dianggap sebagai pendukung loyal sayap kanan. Well, lupakan saja, KBS terkenal paling suka menyensor segala hal, tapi toh petisi ini juga dianggap lelucon.

Langsung ke MV, La Vie en Rose sejujurnya…..tidak beda jauh dengan MV KPop pada umumnya. Oke, bodoh kalau berharap mereka bisa membuat MV seperti Blackpink atau (G)I-DLE karena segmentasinya berbeda. Atau seperti TWICE dan Red Velvet karena tidak didukung agensi besar.

Kalau dibandingkan dengan fromis_9 yang berasal dari agensi yang sama, relatif tidak jauh beda. Basically, it’s a standard one, just another MV in the block. Actually I don’t even remember when the last time I’ve fallen into this genre of  MV. 

Well, seperti umumnya MV K-Pop, tidak ada storyline di La Vie en Rose, hanya dance MV biasa. Dengan tambahan sajian visual a la K-Pop yang dijamin mengundang iler serigala -well, asal jangan Chaewon, yang lain silakan- dan yang paling penting, tidak ada yang dianaktirikan dari segi screentime.

IZ*ONE adalah girl group dengan anggota terbanyak dalam sejarah K-Pop seingatku, dan disini mereka bisa mendistribusikan screentime & line dengan cukup adil. Dan secara tidak mengejutkan, yang paling sedikit mendapat bagian adalah Kkura, Nako, dan Hiichan.

Woo woo, sabar dulu, mereka mendapat part sedikit karena alasan yang sudah jelas; language profieciency dan tidak adanya dance scene yang cukup panjang untuk itu. Jadi bukan masalah yang harus menyulut fanwar, kalau masih tidak terima, kenapa ngidol?

Satu lagi yang memprihatinkan soal part adalah Kangchan, she’s barely there. Tapi selain itu, bahkan Chaeyeon dan Chaewon mendapat part yang memuaskan, overall, siapapun oshi kalian, rasanya akan cukup terpuaskan di MV debut ini.

Dance cukup lambat di lagu ini, drastis rasanya setelah mereview No Way Man. Yah, bisa dibilang elegan sih. Yang harus digarisbawahi, ada beberapa kali perubahan tempo dan menurutku bagus. Untukku yang masih membingungkan adalah siapa saja dancer di IZ*ONE, karena sejauh ini belum kelihatan.

Sejauh ini aku hanya melihat Chaeyeon dan Eunbi sebagai dancer, yang lain belum kentara. Dan rasanya aku belum melihat pembagian tugas per member, karena itu agak disayangkan -atau malah bagus ya- tidak ada member yang terlalu menonjol dengan perannya di MV ini.

Overall, setelah melihat dan mendengarkannya berulang-ulang, kupikir La Vie en Rose lebih dari cukup untuk single debut. Bukan MV yang paling membekas di ingatan tapi secara umum, bisa dinikmati dan harmoninya dapat dari kombinasi lagu dan MV. Well, 4 dari 5 bintang.


La Vie en Rose terbilang decent untuk ukuran debut. Tidak sensasional tapi cukuplah. Image yang dikejar juga cukup dapat dengan MV ini. Tapi yang perlu jadi catatan dariku adalah peran Wonyoung sebagai center tidak terlalu kelihatan, beda dengan Somi dan Daniel sebelumnya.

Kalau aku memposisikan diri sebagai orang yang tidak mengenal IZ*ONE sama sekali, aku akan lebih tertarik pada Irene Eunbi, Yena, atau Yoojin. Bukan urusan screentime atau lirik yang lebih banyak, tapi impact mereka terkesan lebih besar daripada Wonyoung.

Yah, biarpun La Vie en Rose decent, toh publik tetap akan mengingat Nekkoya sebagai representative song dari IZ*ONE sama seperti I.O.I dan Wanna One.

Dari dua live diatas, mana yang jadi favorit kalian? Well, aku masih bilang Nekkoya lebih enak di kuping. Bukan berarti La Vie en Rose jelek. Well, sebagai tambahan, beberapa catatan lain dari debut IZ*ONE adalah menjadi girl group dengan penjualan terbanyak single debut, 34.295 copies di hari pertama, mengalahkan Blackpink yang memegang rekor sebelumnya dengan 19.094 copies. 

Well, sekian saja review untuk La Vie en Rose. Karena ada masalah makanya baru sempat dirilis sekarang, terlambat sih, sampai-sampai MV Nogi sudah keluar lagi.

Bagaimana dengan pendapat kalian tentang debut IZ*ONE ini? Bagus atau tidak?

All images and videos used is credited to it’s respective owners

20 Replies to “IZ*ONE La Vie en Rose MV Review”

  1. Bagusan beautiful color, la vie en rose kurang bagus.

    1. Lah, ane belum dengar semua lagunya juga 😀

  2. Biasa. Mungkin krna ane ngebandinginnya dengan Bbi Bbi? 🙂

    1. Please keep the line, hello stuP.I.D 😀

  3. kukira wjsn/cosmic girls grup cewe yang paling rame membernya?

    1. Mereka berapa, 11? 12? Lupa ane. Gak ngikutin kecuali Cheng Xiao yang masih tau dikit2 😀

  4. MV dan lagunya diluar dugaan sih, dikirain bakal cute fresh gitu ternyata sexy elegant 😀

    Gak ada blunder blunder yg mengganggu sih dari mv, cuma terkesan low budget aja, mungkin karena keseringan lihat mv nogi yg mayoritas outdoor 😀

    Berharap banyak sama minjoo dari segi visual, eh kang-chan sama miyawaki malah yg mencuri perhatian

    Lagu nya sih ane suka banget, suara yuri emang favorit sejak penampilan dia di produce baeain short hair

    Dan kalo ngomongin rookie, sebagus bagusnya gidle tetep bukan selera ane 😀

    1. Sexy? 😀

      Ngapain buang2 duit kalo visualnya aja udah ngalahin pemandangan, gitu kali pikirnya SME 😀

      Minjoo dapet dikit banget buat ukuran member visual disini.

      Apa? Bukan Neverland? Ayo sini berantem 😀

  5. Shine and Bloom says: Reply

    Kalo mmrutq centerx lumayan sih walopun partx lebih dikit drpda yg lain. Dulu kan sakura yg dominan pas jaman produce48. Tapi liat kmrin kayakx emg gg salah klo wounyoung kepilih jadi center.
    Untuk j-line udah aq duga. Soal x kpop agak sensitif klo masalah language juga dan eksistensi mereka. Jadi jangan harap mereka bkalan dapat spotlight lebih kayak member yg lain. Lagian mereka juga bukan bagian dari vocal line yg kuat.. rap pun juga gg. Mgkin wlopun mereka cmn ngandalin dance aja juga ttp bakalan kalah ma center ma vocal line.
    Lagux suka aq. Entah kenapa. Terasa original dan fresh. Soalx akhir2 nie girlgrup lagu dan konsep cmn copy paste ja.. yg kiblatx biasax kalo gg ngambil genre cute ato girlcrush.
    Disini aq juga bgung vocalx siapa. Dancex siapa. Kecuali rap x sih. Apa karena vocal line jg biasa2 ja y suarax. Gag sekuat pas di i.o.i dulu.

    1. Buat ane, Wonyoung masih kurang kalo dibanding Somi & Daniel. Faktor member 2nd-in-charge juga. Dulu ada Sejong sama Daehwi,sekarang kok ane liatnya gak ada “rival” Wonyoung yang bikin dramanya kurang greget.

      Di Dance aja sekarang mereka ketutupan total sama Eunbi & Chaeyeon 😀

      Belakangan ini ane kadang dengerin GWSN sih, bukan WJSN loh ya. Cuma gaak sampe level suka banget sih 😀

      Vokal sekarang uri Chaewon yang di-push jadi main vocal, dance jelas Eunbi sama Chaeyeon. Rap masih belum tau juga ane, Yena yang dapet tapi posisi aslinya kan vokal.

  6. Bagus itu gan, chaewon eunbi linenya paling banyak juga

    1. Baru dengerin kemarin dan proses review 😀

  7. Baru sekali liaht MV nya.
    Bagus, baik lagunya n screentimenya. Dah, gak banyak inget ane.

    1. Gitu doang? Gitu doang? 😀

  8. Yah krena ane gak tau2 amat soal kpop, jd ya gtu aja, bagus, punya khas masing, vocalnya n dancenya jg ok, selebihnya iler yg berbicara 😀

    1. Ilerin siapa? Ilerin siapa? 😀

  9. Yang itu tuh *efek ngilerin tanpa hafal nama 😀

    1. Yang mana tunjuk orangnya lah 😀

  10. Yg itu tuh *sambil monyongin bibir buat nunjuk 😀

    1. Mau dijepret bibirnya? 😀

Leave a Reply