Sakamichi Review : Kitai Shiteinai Jibun

Di tanggal 30 Mei 2018, Hiragana Keyakizaka46 akhirnya merilis MV untuk album pertama Hiragana; Kitai Shiteinai Jibun. Sebagai MV pertama dari album yang ditunggu-tunggu -not really for me, 18 songs are sore in the eyes- maka jelas lagu ini akan menjadi benchmark tanpa menghitung lagu Hiragana sebelumnya.

Well, langsung saja, ini dia Sakamichi Review untuk Kitai Shiteinai Jibun. Check this out.


MV ini dibuka dengan salah satu aspek paling personal, mungkin, dalam MV Sakamichi; menampilkan member dengan karakteristik masing-masing. Misal, Miho dengan basket, Miku dengan sax, Ayaka dan Akari dengan baton, atau Kage dengan bola. Well, masih banyak sih, tapi untuk apa aku menulisnya semua?

Digambarkan mereka ada di beberapa tempat berbeda dan semuanya menuju ke tempat yang sama. Sampai di titik pertengahan MV ini, jujur saja, aku puas. Kenapa? That personal things. Veddy good, suh. Karena meski jelas bukan hal baru di MV Hiragana, tapi sebagai rilisan utama ini hal yang baru.

Jelas, Kitai Shiteinai Jibun punya kemiripan dengan Dare Yori Mo Takaku Tobe misalnya, tapi jelas tidak dengan MV Kanji dari SiMa sampai Garasu. Mirei mendapat porsi yang “alakadarnya” sebagai center jika menggunakan standar Keyaki. Tapi masih fair, hanya memang perannya kurang begitu terlihat kali ini.

Well, ini akan kulanjutkan lagi nanti. Sekarang kembali ke MV. Scene Mirei yang tertinggal dan lalu mengejar itu mirip W-Keyakizaka no Uta, dan kupikir maknanya sudah jelas jadi tidak perlu dibahas lagi. Dan kemudian mereka berpindah tempat ke helipad itu…. well, ingatkan aku apa promo pic dari single pertama Keyaki?

Honestly, this wasn’t all impressive. Malah terkesan asal ada, memanfaatkan background yang oke, skyscraper with sunset? Bruh. So-so. Belum lagi faktor angin, memang sih di beberapa bagian jadi memberi efek yang oke, tapi perhatikan baik-baik, berapa banyak obake yang ada di dance scene ini.

And how in the name of Lord KTK they just simply CUT the ending scene? Aku mengharap sesuatu yang lebih atau setidaknya lebih halus untuk scene ini, slo-mo mungkin, daripada main potong dan menempel logo Seed & Flower di belakang.

Waktunya untuk kritik. Kupikir aku akan ada di bagian minoritas yang tidak menganggap MV ini masuk kategori “Impresif” atau mungkin juga karena belakangan aku sedang suka (G)I-DLE dan baru saja mereview Teacher Teacher yang luar biasa impresif. Malah untuk standar Kanji, levelnya masih meh.

Aku tidak akan bilang Kitai Shiteinai Jibun jelek dari awal sampai akhir, tapi mixed. Siapa yang tidak akan suka dengan separo pertama MV ini yang mengingatkan pada Sekai de Ichiban Kodoku na Lover? Lebih dari sekedar suka malah, aku menganggap ini lebih oke karena membawa sentuhan warna individual member.

Sebagai MV pertama, menurutku ini adalah langkah bagus. Bukan hanya untuk fandom yang relatif sudah mengetahui karakter masing-masing member lewat Keyakake, Keyabingo, atau Hiraoshi, melainkan juga untuk casual fans yang baru kenal atau sekedar ingin tahu Hiragana.

Sesuatu yang S&F lewatkan di Kanji dimana mereka memfokuskan pada satu orang, ingat, Mirei tidak bisa dibilang sebagai prodigy center seperti Tecchi, disini dia juga tidak menunjukkan presence yang bisa membuat banyak orang langsung menoleh. Yah, dua sisi uang koin.

Tidak ada Sol Invictus, lebih menyebar ke banyak member, terlebih untuk mereka yang mendapat solo shot -the front rowers- mengesankan mereka tidak ingin mengulang cerita Kanji. Sisi buruknya, bagi mereka yang terbiasa dengan kehadiran ultimate center, ini akan jadi MV yang membingungkan.

Lalu untuk sinematografi. Secara keseluruhan aku oke saja dengan pengambilan gambar a la Sekai de Ichiban Kodoku na Lover. Porsi per individunya jelas lebih sedikit, wajar karena distribusinya cukup rata. Yang patut digarisbawahi adalah penggunaan lighting yang cukup dramatis.

Dramatis dalam arti, pengunaan outdoor terkesan bright dan cukup gelap saat indoor. Hanya kontrasnya diperhitungkan dengan baik, sesuatu yang juga cukup sering dilihat di MV Hiragana sebelumnya. Tidak ada keluhan dari sisi ini. Dance? Tidak ada yang spesial atau memorable.

Karena yang lebih diingat adalah bagian awal, dan rasanya itu akan sangat berbeda saat live, jadi aku tidak berharap banyak.


Overall, Kitai Shiteinai Jibun bukan MV yang buruk, bisa dibilang bagus dan masih membawa nafas Keyakizaka46. Kemiripan dengan Kanji masih ada, dan juga tidak bisa dibilang beda total dari mereka. Hiragana jelas tidak akan mengambil jalan yang berbeda total dengan Kanji.

Entahlah, bagiku, daya tarik MV ini hanya di bagian awal. Saat berpindah tempat, rasanya jatuhnya ya hanya begitu saja. Nothing special. Mungkin MV ini mencoba meniru formula Futari Saison, hanya eksekusinya yang kurang oke. Well, ini hanya pendapatku, yang sepertinya minority.

Well, rasanya, lebih banyak yang suka MV ini ketimbang yang tidak. Aku ada di tengah-tengah. Kitai Shiteinai Jibun bagus, tapi hanya separo saja. Bagian pertama oke, sinematografi bagus, cerita yang oke -member yang berbeda berkumpul untuk satu tujuan- dan beberapa terlihat maknanya.

Bagian rooftop, sorry to say, adalah bagian yang membosankan. Terutama karena background dan efek angin. Duh. Jadi, untukku, dari awal nilainya sekitar 8.5, di akhir MV jadi 6.5

Bagaimana dengan kalian?

All images and videos used is credited to it’s respective owners

38 Replies to “Sakamichi Review : Kitai Shiteinai Jibun”

  1. Shine and Bloom says: Reply

    Expectasi tggi…ketika taw ni official gen1 dan gen2 gabung…palagi da si nao
    Tapi dengan konsep yang mereka tampilkan disini bikin tambah absurd fungsi keberadaan mereka dan status mereka….karena mnrutq konsepx gg jauh2 amat dengan kanji…..jadi berasa mereka kayak under kalo di nogi…
    Aq setuju ma agan mac…kalo mvx mirip2 futari saison.
    Dan centerx emg gg sekuat aurax techi…

    Jadi untuk next albumx kanji…hiragana apakah tetap diikutsertakan???

    1. Ane kurang setuju kalau dibilang Hiragana 2 lebih kaya Under, karena meski emang belum ada yang prominent di MV ini, mereka toh masih dapet exposure. Ya, lumayan buat level 3rd rower.

      Next single Keyaki? Jelas dong. Kan album ini cuma sekedar perkenalan publik buat Hiragana. 😀

  2. Menurut ane ini bagus buat penyegaran. MV ini menitikberatkan ke dance ala keya tapi gak dark macam kanji, bagi yg suka mv bertema dance tapi bosen sama yg dark ini jadi alternatif.
    Dan pemandangan dance dcene yg di atap (?) itu keren ah menurut ane 🙂

    Nilai 8/10 (mungkin bias karena ane bosen sama kanji 😀 )

    1. Ya semoga aja Hiragana gak ketularan “mati lampu” kedepannya. Kanji di tahun pertama juga kaya gini 😀

      Sekali lagi, review beginian itu selalu subyektif 😀

      Bosen apa bosen? 😀

  3. 50:50, netral juga. Setuju sama Mac, suka waktu awal dan seterusnya terasa… monoton. Memang ini mv berasa eksperimen baru Futari Saison. Dan entah kenapa saya juga merasa kalau Hiragana itu adek Nogi yang sebenarnya, hehe.

    1. Ada lagi deh teori “adik yang tertukar” makin lama makin drama nih Keyaki 😀

  4. Anakamirikaru says: Reply

    MV yg bisa dibawa ke arah positif, tp bisa jg dibawa kearah negatif dri segi dance.
    Positifnya, Hiragan mmbuktikan mreka juga bisa dance, gk skedar dance loyo2 😀
    Negatif (gak negatif jg sih), bnyak yg bilang MV ini mrip Kanji lntran dancenya, yah mau gmn lagi, ditngani koreograger yg sma jd gk bsa dikritik habis2an jg soal ini.

    Klo soal rooftop, gk membosankan n gak bisa dijadiin bhan kritikan jg sih klo dri ane, ya resiko bermain dgn alam ya sperti itu, angin ngebuat mmber jd obake, tp obake yg cantik, trutma Miho, kyaaaa 😀

    Sdngkan yg bgian akhir yg terkesan maen asal cut, mungkin MV ini bkal ada kelanjutannya 😀

    Ksimpulan, nilai MV 4/5.
    Nunjukin keahlian masing2 mmber jd poin penting, hiragana jg bsa dance. Bermain dgn alam di rooftop jg gak jlek2 amat mnurut ane, meski diterpa angin tp masih ttp nampilin scene yg memperlihatkan wajah mmber.

    Akankah album ini bsa membawa Hiragana tampil di Music station?

    1. Dance loyo? Iya gitu? 😀
      Jadi, selanjutnya ayo petisi #2019gantiTakahiro 😀

      Yakin obake cantik cuma MIho? 😀

      Bakal ada kelanjutan? Ente baru ngelem atau baru kenal manajemen? 😀

      MSte? Jauh pak, jauh. Entar malah publik bingung lagi; ini apa pula? Disamain sama SKE dlst entar 😀

      1. Anakamirikaru says:

        Ya klo dibilang dance kanji yang “brutal” bisa lah hirgna dibilang “loyo” 😀
        #BolehJuga 😀

        Yakin, infinity %, halah 😀
        Mau mancing yaaa~??? 😀

        Maksud ane kyk mv simajo sma asa, ada hubungan gtu lah 😀

        Loh justru itu pak, yang jauh mendekat, yg bingung diperjelas. Mau sampe kapan masyarakt pcinta idol trutama sakamichi berjalan dalam ketidak tahuan dan ke-ngambangan ini? 😀

      2. Letih lemah lesu 😀

        Infinity % itu apa pula 😀
        Mancing? Enggak, cuma ngompor 😀

        Tunggu 2020 kalo gitu 😀

        Sampai kapan? Biarkan Lord President yang jawab 😀
        Kalo MSte sih, jelas bakal duluan couple yang itu tuh, yang makin mesra 😀

      3. Anakamirikaru says:

        Itumah jargon iklan jadul obat pnambah drah, sasuga yg dah hdup lama 😀

        Ya itu, sangkin yakinnya gk ada angka yg bsa dijadiin perwakilan 😎
        Sama aja itu, satu ayah ibu cma beda paman 😀

        Kelmaan, gk usah aja klo gtu

        Lord udah terlalu sibuk, jgn bebankan hal spele kyk gni ke pundak dia jg 😀
        Couple itu apa? Mesra itu apa?

      4. Sasuga yang masih inget, sampe tau jargon, emang lebih tua 😀

        Bilang aja typo 😀
        Kalo ngomongin “doi” ente udah mikirnya soal keluarga ya 😀

        Cie kabur 😀

        Lord yang mana, jangan ambigu 😀
        Ah, masa mau dikasih di depan muka sih? 😀

      5. Anakamirikaru says:

        Ane mnyesuaikan sma lwan bcra 😀

        Typo? Apa tuh? Baru dnger 😀
        Bhas apa sih ente? dri ngompor lari ke doi, lari ke soal kluarga. _!(-_$

        _@*!?@*

        Oh lord president toh, kirain gelar lord cma dipegang KTK doang 😀

        Komen apa sih ente? 😀

      6. Oh, fleksibel ya? Itu umur apa sikat gigi? 😀

        Wajar sih, ente kan astral 😀
        Mau dibahas lebih dalam? 😀

        Wah, gak mengakui eksistensi Lord USB 😀

        Gak dikasih mancing, dikasih nangis gulung2 😀

      7. Anakamirikaru says:

        Mlah bhas sikat gigi pla skrng, hadeh gk pernah fokus pmbhasannya,mlenceng mlu 😀

        Udahan ah, balik ke topik ngidol, gk ada rncna nulis soal kapten Hirgna yg hadir tanpa wakil kapten? *cma ane yg bsa fokus pmbhasannya, gk mlenceng kmn2 😀

      8. Ketularan virus dari sebelah 😀

        Ada rencana, bahas soal kapten-kaptenan ini dari dulu, cuma masih belum nemu yang pas materinya 😀

      9. Anakamirikaru says:

        Orng indo, slalu sja mnyalahkan pihak laen 😀

        Ane cm pesan satu, jgn yg berat2 😀

      10. Oh iya tentu, menyalahkan lebih enak daripada disalahkan 😀

        Gimana mau berat2, kepala aja berat buat mikir yang berat2 😀

      11. Anakamirikaru says:

        Indo sekali ente 😀

        Tumben, gra2 mkirin thr ya? 😀

      12. Kaya ente enggak 😀

        Target sebelum libur lebaran itu rasanya…. 😀

      13. Anakamirikaru says:

        Dih, ngajak2 😀

        Ckckckckckck 😀

        Btw, hiragana bkal tmpil di cdtv kan, mungkin tampil di Mste pun bkan suatu hal yg mustahil 😀

      14. Oh iya tentu 😀

        d dndng, dm dm mryp 😀

        Mste? Boleh lah boleh 😀
        mste

      15. Anakamirikaru says:

        Ngajak2 tuh dlm berbuat kebaikan, kyk yg sering ane lajuin 😎

        Bca puisi? 😀

        Cma gtu pak? Cma bikin ane ketawa klo level ngompornya cma sgtu mah 😎

      16. Bisa diulang? Enggak mabok garam kan? 😀

        Tesis pak 😀

        Ah, entar dikasih video nangis guling2 😀

      17. Anakamirikaru says:

        Cobalah trima kbenaran 😀

        Oh, udah gtu aja 😀

        Ya klo yg dikasih video kemirisan hdup ente ya nangis guling2 lah ane 😀

      18. Kebenaran dari mana 😀

        Nah kan 😀

        Ente lagi shooting dokumenter pribadi? 😀

      19. Anakamirikaru says:

        Kbenaran yg hakiki 😀

        :<!)-_;(!:_(-/{)~;

      20. Yang menyalahi hakikat 😀

      21. Anakamirikaru says:

        paleg ha uaT

      22. Ngomong apa pak? 😀

      23. Anakamirikaru says:

        Biarkanlah menjadi misteri 😀

      24. Lingkaran Typo Tak Berujung 😀

  5. Menurut ane ini sangat bagus jika di bandingin sama MV hiragana sebelumnya… Kalo dibandingin sama kanji ya beda jauh lah… Wkwkwk

    Yang scene di atas gedung masih bisa ane nikmatin… Walaupun udah banyak sekali MV dance di atas gedung yang pernah ane liat wkwkwk… Kalo dance nya bagus… Why not?

    Btw entah kenapa ane teringat cover hiragana di CD fukyouwaon

    Dance nya meningkat… MV nya lebih bagus… Seragam standar keyaki… Dance iguchi tidak merusak MV kali ini… Minus kanemura sedikit banget munculnya dan wajah sarina ketutupan rambut mulu :’) nilai ane 9/10…

    Hiragana kayaknya lagi di push banget dengan acara keyabingo sama hiragana oshi.. Sedangkan keyakitte kakenai staff nya kayak kehabisan ide acara…

    1. Beda dong, Kanji gelap Hiragana terang 😀

      Why not-nya udah ane jawab tuh diatas 😀

      Yakali Mao terus2an jadi dance bomb 😀
      Ya, ada apa sama Miku? 😎

      Loh, baru tau kalo mereka udah kehilangan kompas? 😀

  6. Rigita Cahyani says: Reply

    Berhubung aku suka ngelihat dance, jadi bisa dinikmati sampai akhir. Cuma yg menganggu posisi member agak acak2an apa gimana. Mereka dibagi 4 row kah? Padahal sama Kanji jumlahnya selisih 1 tapi disini kelihatan Hiragana kebanyakan member. Kurang efektif menurutku dengan posisi begitu. Terus gen 1 dan 2 pun digabung, terbukti Nao yg jadi center 2nd row dan ada Miho juga jadi gap antar gen sedikit menghilang. Cuma ngganjelnya ya itu sh, kenapa 1st row cuma 3 member yg bahkan Kanji ngga akan pernah melakukannya. Oh iya yg masih bikin bertanya2, kira2 kenapa ya seragam Kyonko warna biru sendiri padahal yg lainnya putih?

    1. Blocking ane gak bisa bilang karena camera angle gak nangkap keseluruhan. Tapi kalau 4 row kayanya enggak, cuma 3 row kaya biasa. Front row kayanya 5 member, cuma yang tridente dimajuin dikit, ya mirip sama SiMa.

      Seragam Ramen biru sendiri? Enggak lah, tuh Kage sama Nao juga biru. Kan emang desainnya beda-beda, jadi bisa diasumsikan ceritanya mereka ini dari sekolah yang beda 😀

  7. Minus point:
    – seragam sekolah. Ane ga terlalu suka mv dengan seragam sekolah macam ini.
    – Bubu ga bawa Shinai!!! Kenapa Miku bisa bawa Sax, tapi Bubu yg Dan-3 Kendo ga bawa Shinai?!! Kadal banget tuh tim kreatifnya!!!
    – Adegan lari terus kumpul diperempatan kurang rapi.
    – adegan dance di helipad kurang. Mungkin, sebenernya mereka ambil full, tapi dipotong biar pas.

    Plus point:
    – beberapa scene diambil cukup baik, meski hanya sekejap. Misalnya, scene Hina main piano. Itu jadi salah satu scene paling sangar.
    – Memi, meski ga terlalu keliatan, scene akhir pas dia kena dari samping dan keliatan telinga indahnya, oke banget! 😀

    Overall, good MV, meski masih jauh dibandingin Nogi. Dan, dibandingin 6th Kanji, lebih enak Hiragana ini, karena ga ada pemain ekstranya. Dan, kayaknya MV ini ga pake budget yg banyak.
    Nilai ane: 3/5

    Soal lagu, mungkin ntar. Tapi, menurut ane, ini salah satu lagu yg terkeren. 😀

    1. Ya milih2 juga kali, siapa yang dapet perlakuan khusus 😀
      Soal dance di helipad, ya jelas full dong, tapi ya pasti dipotong lah buat ngasih ke scene pertama 😀

      Memi keliatan banyak loh, dari hasil screenshot dia keluar beberapa kali tuh 😀

      Ini pake bias atau enggak ngebandingin sama Garasu? 😀

      Tunggu albumnya aja lah 😀

Leave a Reply