The Empire Where The Sun Never Sets

Pernah berpikir kenapa English adalah bahasa yang paling umum digunakan di dunia? Bahasa yang digunakan saat berkomunikasi lintas negara, bahasa kedua bagi hampir setiap negara sehingga sudah umum melihat orang yang lancar berbahasa Inggris? Jawabannya dimulai saat British Empire mendominasi dunia modern.

Di awal abad 20, monarki Inggris telah menggantikan status Romawi tentang the empire where the sun never set. Ada dua era bagi British Empire; pertama adalah saat Inggris memulai koloni di Amerika Utara, mulainya era perdagangan budak, gula, dan tembakau yang berakhir saat USA mengumumkan kemerdekaan pada 1783.

Kedua adalah saat James Cook menemukan Australia dan New Zealand, British Empire mengalihkan pandangannya ke Timur. Oceania, Hong Kong, India -termasuk Pakistan dan Bangladesh- Mesir, sampai ke Afrika Selatan. Di tahun 1786, Victoria mengangkat diri sebagai Empress of India, bagian terpenting dari koloni Inggris.

Kenapa India menjadi bagian terpenting? Karena hampir seluruh bangunan megah di London saat itu adalah hasil dari perdagangan hasil kekayaan alam India. Lalu ada singa sebagai lambang Inggris. Singa bukan native animal dari Britania, dan ironisnya, ini adalah simbol dari dark side of British Empire.

Salah satu faktor penting adalah perbudakan. Di abad 17-18, kota besar seperti Glasgow berdiri karena tembakau yang ditanam di Afrika, sementara Liverpool mendapatkan keuntungan dari gula yang ditanam di Karibia. Tapi hal ini tidak bertahan lama. Di 1833, sekitar 1.3 juta British menandatangi petisi anti perbudakan.

Berhentinya sistem perbudakan sekaligus merubah British Empire hampir secara keseluruhan. Di tahun 1700, jual beli budak menyumbang 80% pendapatan luar negeri Inggris saat itu, dengan estimasi 6 juta budak menjadi korban di abad selanjutnya. Bukan hanya dari budak, tapi juga ada masalah decolonization.

East India Company, tangan panjang dari pemerintah Inggris yang bukan hanya bertujuan untuk perdagangan, well dengan dampingan militer dan Royal Navy, apa yang mereka lakukan adalah memastikan ekonomi Inggris tetap stabil dari koloni apapun caranya. Dan di abad 18, ini “apapun caranya” berarti perang dengan Prancis.

Kekuatan terbesar setelah Inggris, Prancis juga memiliki kekuatan di Amerika Utara dan India, belum menghitung Afrika. Hal ini berujung pada Perang Tujuh Tahun. Hasil akhirnya? Selesai melalui Perjanjian Paris. Kedua negara kehilangan kontrol atas Amerika Utara, dengan merdekanya USA lewat 13 negara bagian pertama.

Hal ini membuat era baru bagi British Empire; mengalihkan pandangan ke Timur, India dan Oceania. Sekali lagi, Inggris berhadapan dengan Prancis dan menandai berakhirnya kekuasaan Napoleon Bonaparte; Trafalgar. Namun harganya tidak murah, Inggris kehilangan pendapatan ekonomi dari selesainya perdagangan budak.

Disinilah India masuk. Sebagai bagian terpenting dari koloni, juga menjadi momen Victoria menjadi Empress of India, crown jewel of the Empire. Awal abad 20, tekanan agar India merdeka semakin menguat. Setelah PD I, British Empire mencapai puncak kejayaan dengan mencakup area seperlima tanah di muka bumi.

Pertama adalah Irlandia yang memerdekakan diri dari British Empire pada 1921. Lalu Mesir dimana Inggris memiliki faktor ekonomi kuat, Terusan Suez merdeka setahun kemudian. Yang paling kuat tentu India setelah PD II. Mahatma Gandhi dan Muhammad Ali Jinnah menjadi pemimpin kemerdekaan India, meski cara dan pandangan mereka berseberangan.

Seiring tidak cocoknya Gandhi dan Ali Jinnah, dan Jawaharlal Nehru, maka Pemisahan India akhirnya menjadi solusi puncak. Lahirlah India dan Pakistan, dan pemisahan ini membuat 17 juta orang seketika berstatus pengungsi saat hal ini diumumkan tepat di kemerdekaan India pada 15 Agustus 1947.

Mengikuti India dan Pakistan, koloni-koloni lain mulai melepaskan diri dari British Empire. Terakhir adalah penyerahan Hong Kong menjadi daerah administratif khusus dibawah pemerintah China pada 1997. Sekarang, 52 negara bekas koloni British Empire tergabung di Commonwealth atau Persemakmuran.

16 negara masih mengakui Elizabeth II sebagai ratu Inggris sekarang sebagai kepala negara. Bahasa Inggris menjadi bahasa internasional karena peran British Empire di masa lalu yang luas areanya mencakup semua bagian bumi. Istilah Empire where the sun never sets berasal secara literal di tahun 1921, karena selalu ada bagian dari British Empire yang mendapat cahaya matahari.

Sekarang, Inggris jelas tidak akan bisa mengulang era British Empire, tapi legacy yang mereka turunkan, baik yang sukses maupun penuh darah, adalah sejarah yang tidak bisa dihapus. Bagaimana denganku? Well, selalu banyak yang bisa dipelajari dari sejarah, begitupun dengan British Empire.

Materi dari sini sangat banyak, tapi kali ini aku membahas secara general saja. Impian akan dominasi dunia tidak akan pernah padam. Inggris juga tapi mereka bisa mewujudkannya, meski harus dengan darah yang tumpah. Ya, mereka pada akhirnya juga tumbang, tapi mengatakan mereka gagal atau hanya melihat dari sisi buruknya saja, adalah sebuah penghinaan.


credit to https://rockliao.wordpress.com/

Well, empire where the sun never sets mungkin terdengar berlebihan. Tapi ini adalah gambaran dari idol empire Akimoto Yasushi. Bagaimana mereka terus membuat inovasi (?) dan melebarkan sayap bisnis bukan hanya di regional tapi internasional. Talk about slave trade….

Dari Onyanko Club sampai Yoshimotozaka46, Aki-P memiliki kerajaan bisnis yang hanya bisa disaingi oleh Johnny’s dan berhasil menggulingkan Tsunku di akhir 2000.  Well, karena ini adalah blog Mac Orion, jadi, aku akan lebih membahas tentang 46. Lagipula, apa lagi yang bisa dibahas dari 48G?

Best selling female idol in Japan? Sudah. Overseas expansion? Sudah. Aiming more global audience? Sudah. Well, 48G adalah cash cow terbesar Aki-P, meski banyak yang akan mengatakan Sakamichi sudah menyalipnya. Aku sendiri jelas bilang Sakamichi belum melampaui 48G.

Hottest idol in Japan right now, mungkin. Tapi dari segi pemasukan, membandingkan keduanya masih sangat jauh. Sakamichi lebih menang di pasar yang lebih konvensional, tapi uang dari situ jelas kalah jauh dari target pasar 48G. Yah, ada beberapa pengecualian tentu…

Aku mungkin bisa menggambarkan seperti ini; 48G adalah Amerika Utara, dan Sakamichi adalah India. Kenapa? Satu-satu. Pertama, 48G sebagai USA menggambarkan posisinya sebagai idol group dimana Aki-P menancapkan taring di pasar. And a big bite, for sure.

Efeknya besar bagi kelanjutan empire, tapi semakin besar, hal itu juga membuat mereka semakin kehilangan kontrol. Aku tidak bilang Aki-P kehilangan kontrol pada 48G, hanya semakin kesini…. you know what I mean. Jujur saja pada diri sendiri apa yang hilang dari 48G.

Dan British Empire juga akhirnya kehilangan kontrol atas USA. Jika diingat, ada sister group yang akhirnya melepaskan diri bukan? Koloni lain masih ada, tapi mereka kehilangan bagian yang besar, uang yang besar bagi idol empire Aki-P.

Sakamichi sebagai India, crown jewel, punya posisi yang unik. Sebagai negeri yang dipenuhi sejarah, mitos, dan kekayaan alam, dengan cepat posisi mereka menjadi sangat penting. Mereka membawa nilai “tradisional” dan “konservatif” yang masih kuat dan ini adalah selling point utama.

Ada pembagian yang sebelumnya tak terpikirkan; Keyaki. Dan kemudian, Yoshimoto. Setelah 48G lewat STU yang konsepnya masih belum bisa kudapat, ada lagi Yoshimoto yang juga belum keluar hasil akhir membernya. Well, dengan peran Nogi sebagai grup dengan selling point terkuat sekarang, membuat grup Sakamichi jelas lebih menguntungkan.

Meski secara hirarki ada di bawah SME, tetap Aki-P adalah produser utama. Jadi, sebenarnya, mau ribut-ribut bilang mana yang lebih baik, 48G atau Sakamichi, atau Nogi dan Keyaki, adalah perbuatan bodoh, toh akhirnya uang tetap masuk ke idol empire Aki-P.

Oh, dan jangan melupakan 22/7 dan =LOVE, meski aku kurang tahu tentang mereka kecuali Amaki Sally, di kalangan fans idol yang non-mainstream jelas mereka adalah alternatif. Well, mereka yang hipster dan alergi dengan nominal 40.

Pada akhirnya, idol empire Aki-P adalah tanah dimana matahari tidak pernah terbenam. Keberhasilannya membuat dominasi, nyaris monopoli di dunia idol perempuan, adalah sesuatu yang layak dipuji. Ingat kan, Jepang adalah pasar musik terbesar kedua di dunia, so it’s no small feat.

Aku akan mengatakan, Aki-P berhasil membawa kita ke dunia ngidol yang berbeda. Kredit layak ditujukan padanya. Yeah, seringkali keputusannya terasa selalu business oriented, but he’s a business person in the first place. Idol empire yang dibangunnya masih belum terlihat akan menemui matahari terbenam sampai sekarang.

Dan sangat mungkin, untuk satu dekade berikutnya. Bagaimana dengan kalian?

All images and videos used is credited to it’s respective owners

Leave a Reply

macorionid-com