End of An Era : Retirement of Gigi Buffon

Dalam konferensi pers di tanggal 17 Mei kemarin, dunia sepakbola mendapati fakta kalau salah satu kiper terbaik sepanjang masa, Gianluigi Buffon memutuskan bahwa pertandingan terakhir Serie A 2017-2018 melawan Hellas Verona akan menjadi pertandingan terakhirnya dalam seragam hitam putih Juventus.

Tanggalnya pun sudah ditetapkan; 19 Mei 2018. Tempat; Allianz Stadium. Kandang Juve akan menjadi panggung terakhir il Capitano setelah petualangan 17 tahun bersama Bianconeri. Sebagai intro, aku akan menjabarkan sedikit tentang Gigi dari awal sampai menjelang akhir.

Dan ini jelas bukan artikel untuk semua, bukan tentang idol, bahkan urusan bola yang jelas lebih sensitif. Tapi kurasa semua sudah tahu tentang klub mana yang kudukung, jadi ya sah-sah saja menulis tentang pemainnya.


Buffon melawan musuh berat selama berkostum Parma, yaitu Kojiro Hyuga.

Sebelum bersama Juve, Gigi sudah lebih dulu meroket berkat karirnya di AC Parma. Memenangi satu-satunya gelar Eropa di level klub dengan memenangi UEFA Cup pada 1999. Di klub yang dibelanya selama 5 musim inilah Gigi dikenal sebagai salah satu kiper terbaik di Italia, julukan Superman pun melekat padanya.

Tapi baru pada musim 01-02 lah nama Buffon identik dengan Bianconeri dan gelar -juga kegagalan di Eropa, sebelum didahului oleh siapapun, kukatakan saja terus terang- Lewat transfer senilai €52 juta, Buffon menjadi kiper termahal dunia dan sampai sekarang belum tergeser.

Menggantikan Edwin Van der Sar, Gigi menjadi pilihan utama dibawah mistar Juve selama 17 tahun berikutnya. Musim pertama di Dele Alpi menghasilkan scudetto yang diimpikannya, ditambah membuat Juve menjadi tim dengan pertahanan terbaik dengan hanya kebobolan 22 gol dalam semusim.

Musim 02-03 adalah tahun dimana aku menjadi fans Gigi. Lewat La Partita Perfetta, alias pertandingan leg kedua semifinal UCL melawan Real Madrid musim itu. Tertinggal 2-1 di Bernabeu, Juve membalikkan keadaan di Turin; gol Trezeguet, Del Piero, dan Nedved ditambah penampilan impresif Gigi termasuk menepis penalti Luis Figo mengantarkan Juve ke final.

Melawan AC Milan, yang diperkuat Kaka, pemain yang ditolak Luciano Moggi masuk Juve, Gigi mengalami kekalahan pertama di final UCL. Imbang 0-0 sampai ditentukan lewat adu penalti; Milan menang 3-2. Namun Juve meraih scudetto kedua beruntun di tahun itu.

Lompat ke musim 04-05, Juve kembali menjadi scudetto, ketiga bagi Buffon dalam empat musim. Meski gagal melangkah jauh di UCL berkat Liverpool. Di awal musim 05-06, Gigi mengalami cedera akibat benturan dengan Kaka dan harus menepi selama setengah tahun, Juve meraih kembali bendera Italia di seragam mereka.

Yep, dan di tahun ini jugalah skandal besar menimpa sepakbola Italia, terbesar sejak 1980; Calciopoli. Aku tidak akan membahas ini lebih jauh karena setelah mengalami klub yang kudukung harus terperosok sedemikian dalam, jujur saja, aku tidak peduli lagi dengan Calciopoli.

Apalagi menanggapi fanwar yang pasti dipicu oleh anak-anak yang tidak tahu bagaimana keadaan 12 tahun lalu, hanya membaca dari internet dan ikut-ikutan, atau mereka yang sudah tua tapi tidak dewasa. Peduli amat. Sejarah kelam milik Juve dan Italia, tidak untuk diingkari atau dilupakan, tapi dijadikan pembelajaran.

Tidak, yang lebih penting dari Calciopoli adalah, bagiku pribadi, momen dimana pemain menunjukkan kesetiaannya pada La Vecchia Signora. Alex, Trezegol, Nedved, Camoranesi, dan tentu saja Gigi. Berapa banyak pemain bintang yang setia dengan klub meski mereka terdegradasi?

Separo dari pemain Juve saat itu pindah, tapi gesture dari pemain-pemain diatas menjadi pelajaran bahwa kesetiaan adalah sesuatu yang harus dihargai. Dan menggambarkan prinsip utama dari Bianconeri; klub diatas pemain. Jika si pemain sudah tidak setia dengan Old Lady, dia dipersilahkan pindah ke lain hati.

No hard feelings, sama seperti pindahnya Bonucci ke AC Milan awal musim ini. Atau Pogba, Tevez, dan rumornya, Stephan Lichtsteiner dan Gigi musim depan. Nah, bertahannya Gigi saat itu membuatnya dihormati oleh Juventini selamanya. Kesetiaan.

Mengalami musim di Serie B, kembali ke Serie A, dan struggle pasca-Calciopoli meski mengalami musim baik di 08-09 dimana menjadi runner up liga, sebelum kedatangan fans favorite Antonio Conte di musim 11-12. Momen dimana legenda La Vecchia Signora berlanjut sampai saat ini.

Meminjam istilah Arsenal, Bianconeri Invincible selama musim 11-12. Dengan Gigi menemukan kembali performa terbaiknya, Juve hanya kebobolan 16 gol dengan 21 clean sheet. Ditandem trio BBC, pertahanan Juve menjadi tembok tebal selama 5 musim berikutnya, dan scudetto pertama setelah Calciopoli dan terakhir bagi Alex Del Piero.

Menjadi kapten selanjutnya, dibawah era Conte, Buffon meraih dua scudetto sebagai kapten meski selalu gagal melangkah jauh di Eropa. Termasuk UCL dan UEL. Datangnya Max Allegri sebagai manajer baru di 14-15 tidak menggoyahkan posisinya sebagai kiper utama. Juve melangkah ke final UCL sejak 03 dan kembali, pil pahit bagi Gigi.

Di Serie A, sampai musim 17-18 ini, Bianconeri memperpanjang rekor scudetto 7 kali beruntun, #MY7H, dan bagi Gigi, rekor pribadinya adalah menjadi pemain pengoleksi scudetto terbanyak, yaitu 9 kali. 2 kali musim 02-03 dan 03-04 serta 7 kali sejak 11-12. 4 Coppa Italia, Supercoppa Italiana, dan dua final UCL.

Di level internasional, jelas yang paling diingat adalah World Cup 2006. Meski tampil dengan luka Calciopoli, Itali mengejutkan dengan mengulang kisah 1982. Tampil impresif dengan hanya kebobolan 2 gol sepanjang turnamen -satunya adalah gol dari Zidane di final- Gigi mengangkat trofi World Cup setelah adu penalti 2006.

Kisah yang lebih diingat tentu tandukan Zidane pada Materazzi, sebagai pendukung Italia, dan juga fans Zidane, final 2006 adalah sesuatu yang campur aduk. Aku lebih ingat pada bagaimana Trezegol gagal di adu penalti, teammate on Juventus, sama-sama bertahan meski terdegradasi, just crazy.

glory of 2006

Selain World Cup 2006, dua edisi selanjutnya tidak menunjukkan kapabilitas Gigi. Wajar, karena Italia hancur-hancuran dari manajerial. Justru di Euro, Italia cukup mampu berbicara. 2008 kalah melawan Spanyol, kejadian lagi di 2012, malah lebih parah setelah dihancurkan 4-0 di final.

Euro 2016 membalaskan dendam kepada Spanyol dengan kemenangan 2-0, tapi akhirnya gagal melangkah lebih jauh karena kalah melawan Jerman. Buffon mengumumkan pensiun dari timnas Italia setelah World Cup 2018, tapi sayang, semuanya tidak sesuai rencana.

Kalah di playoff melawan Swedia membuat Italia tidak lolos ke World Cup untuk pertama kali sejak 1958. Ini satu alasan aku tidak membuat thread World Cup. Gigi menutup karir internasional dengan pahit.

#UN1CO

Beberapa saat setelah pengumuman Gigi, Juve meng-upload video ke Youtube channel resmi mereka dengan tagar #UN1CO yang berarti keunikan seorang Gigi Buffon, the only one.

17 tahun pengabdian Gigi di Bianconeri, gelar-gelar yang dia ikut andil, juga bagi timnas Italia, Gigi dianggap sebagai salah satu kiper terbaik di dunia, jika tidak bisa dibilang #1. Pundit memuji bagaimana Gigi bisa bertahan selama ini sebagai pilihan utama bukan hanya di level klub.

Meski punya kelemahan dalam adu penalti, kecenderungan untuk memukul bola alih-alih menangkapnya, dan titik lemahnya di umpan silang, Gigi tetaplah kiper yang lengkap. Terlebih pada kemampuannya untuk menjadi pemersatu tim dan lebih kalem under pressure.

Ya ya ya, tentu akan ada yang menyinggung soal laga UCL terakhirnya yang membuatnya mendapat kartu merah pertama di UCL. Aku tidak akan membelanya, melainkan akan mengatakan itu adalah refleks karena Juve bermain impresif selama 90 menit dan harus menerima kekalahan akibat sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan. Bola itu bulat, jendral.

Sebagai penutup, Gigi adalah sosok yang tidak akan pernah tergantikan. Kiper yang lengkap, pemain yang dihormati, legenda. Bukan mengecilkan peran Szczęsny sebagai penggantinya musim depan, tapi dia harus menunjukkan banyak agar bisa menangani mistar Juve.

#GrazieGigi #UN1CO and unrivaled

All images and videos used is credited to it’s respective owners

Leave a Reply

13 Replies to “End of An Era : Retirement of Gigi Buffon”

  1. Anakamirikaru says: Reply

    Dari awal sampe akhir ane cma dpt info pensiun dri level klub, dari timnas?

    Kartu merah di UCL? Ane gk nnton ucl lagi, bisa dijelasin lebih rinci?

    Kiper terbaik!!!
    Dulu (agak malu ngetik kata ibi, bkal kena hina ini), klo waktu maen bola terus jd kiper n bisa tampil memukau kawan2 yg laen, pasti membanggakan drinya dgn nyebut titisan buffon, atau oliver khan, atau dida atau van der sar 😀




    0



    0
    1. Ane rasa udah ditulis sih, gak keliatan ya pak? 😀

      Ya liat ini aja deh pak, pait ane ngejelasin lagi

      Kena hina? Yang lebih parah kalo ente merasa terhina karena fakta ketuaan ente 😀
      Tuh, dari nama2 kipernya aja zaman old 😀




      0



      0
      1. Anakamirikaru says:

        Oh iya ya, maklumin lah, gra2 kerja keraa nogifes kmarin mata agak2 gtu 😀

        Pdhal klo kapten protes masih wjar, terlalu keras x ya protesnya sampe dikartu merah.

        Zaman old gmn, kiper yg bersinar di tahun 2000an itu, paslah dgn waktu ane masih kecil 😀




        0



        0
      2. Alasan aja 😀

        Ya liat aja videonya, kalo masih penasaran googling lah 😀

        Katanya lahir tahun 2000an? #pastingeles 😀




        0



        0
      3. Anakamirikaru says:

        😀

        Ya dah liat videonya, wajar, dah unggul mlah kena pinalti, khilap om buffon 😀

        Ya bnerkan, lahir tahun 2000an, n ane masih kecil pas era emas mreka 😀




        0



        0
      4. BUkan cuma unggul, tapi tensinya tinggi banget, udah seri agregat, kalo bisa lanjut ke perpanjangan itu.

        Tolong lah, ngibulnya dikurangin banyak 😀




        0



        0
      5. Anakamirikaru says:

        Eh berrarti buffon blm pernah nyicip piala kuping besar ya?

        Gk percayaan amat sih ente : D




        0



        0
      6. Ente tanya apa mancing? 😀

        Oh ya harus 😀




        0



        0
      7. Anakamirikaru says:

        Samar2 lah, antara mancing atau bneran nanya 😀

        TT




        0



        0
      8. Gak menghormati legend 😀




        0



        0
      9. Anakamirikaru says:

        Itu penafsiran ente, penafsiran ane sih ya memancing ente 😀




        0



        0
      10. Mancing yang gak menghormati 😀




        0



        0
      11. Anakamirikaru says:

        😀




        0



        0

Leave a Reply