Sakamichi Review : Mou Mori He Kaerou Ka?

Coupling untuk single keenam Keyakizaka kembali keluar. Kali ini adalah MV untuk Mou Mori He Kaerou Ka? yang dirilis pada 28 Februari. Selang 4 hari dari coupling sebelumnya Bathroom Travel. Kali ini, adalah coupling Kanji, berbeda dengan sebelumnya.

Dan yah, seperti biasa, ekspektasiku masih rendah. Selain karena aku tidak punya banyak waktu untuk prioritas artikel mana yang ingin di-upload lebih dulu, karena banyak sekali materi yang ingin kuangkat akhir-akhir ini. Belum lagi gangguan dari game untuk mencari four-leaf clover.

Yah, sesuai janji, akhirnya pada akhir pekan aku bisa merilis Sakamichi Review untuk tiga coupling bersamaan. Nah, langsung saja, ini dia Sakamichi Review untuk Mou Mori He Kaerou ka?, coupling Kanji dari Glass wo Ware.


Pertama-tama, dari opening scene selama 5 detik awal saja sudah kelihatan kalau ini adalah MV Keyaki. Siapa lagi yang akan membuat opening dengan kumpulan lightstick yang membentuk partikel? Yang kedua jelas, adegan tidur di lantai yang khas.

Well, sebenarnya tidak banyak yang bisa kutulis dari MV ini, karena premisnya sudah diulang-ulang sejak single pertama Keyaki, begitu juga storyline yang banyak dipakai di 2017 kemarin. It’s all about subliminal message, tidak ada patoka khusus akan ceritanya.

Mou Mori He Kaerou Ka tidak melenceng dari pattern khas Keyaki, tapi seperti yang sudah menjadi umum didengar, kalau Keyaki semakin kesini semakin membosankan, ya tidak bisa disalahkan. Cuma sedikit yang punya minat yang tetap tinggi pada hal seperti ini, setelah diulang-ulang terus.

Bagaimana mereka bisa ada di pabrik terlantar, Tecchi yang berjalan di gorong-gorong dan dikelilingi oleh orang-orang berpakaian anti radiasi, ruangan berisi kertas-kertas yang memuat komentar online, dan bagian terakhir dimana Tecchi dan kayu terbakar yang membantuk partikel.

Well, ada satu cerita yang masuk ke kepalaku begitu melihat MV ini. Tepat satu cerita yang dulu juga pernah kutulis artikelnya. Poin-poin diatas mendukung teoriku tentang lagu ini. Cerita apa yang kumaksud? Peristiwa Chernobyl 1986, dan juga, Fukushima 2011.

Ya, banyak hal yang berkaitan dengan Chernobyl dan MV ini. Pertama, dari segi latar belakang MV. Pabrik terlantar, hutan, dan orang-orang yang berpakaian anti radiasi. Semua ini merujuk pada kemungkinan kalau tempat yang dipakai itu adalah reaktor nuklir.

Tempat yang dipakai saat dance scene itu memperlihatkan kalau interiornya adalah bangunan tua. That’s the pump cooling system. Saat beralih ke scene berikutnya pun, mesin yang diperlihatkan juga mesin zaman dulu. Well, sampai disini argumenku tentang reaktor nuklir terlihat lemah, tapi bagian berikutnya…

Hanya sedikit tempat dimana pakaian anti radiasi digunakan, biasanya jelas karena ada elemen berbahaya bagi manusialah maka pakaian ini digunakan. Gorong-gorong yang ditampilkan mau tak mau mengingatkan pada bagian dari sistem pendingin reaktor.

Diatas aku sudah sedikit menyinggung tentang lightstick berbentuk partikel. Well, partikel sendiri bukan ekspresi yang tepat, tapi pada dasarnya, bentuk ini umum digunakan dalam sains untuk melambangkan berbagai hal. Dari materi sampai lokasi Bumi dari 13 Quasar.

Lalu di bagian saat Tecchi dan kayu-kayu terbakar dengan bentuk yang sama. Nah, ini adalah bagian saat reaktor nuklir terbakar, apinya tidak akan padam dengan mudah. Hutan juga menjadi simbolis saat alam mengklaim kembali haknya.


Well, itu storyline dari MV ini versiku. Bukan review yang bagus sih, tapi ya intinya begitulah. Lagipula, aku sendiri tidak tahu harus menulis apa lagi karena sudah sering ditulis. Untuk urusan screentime, MV ini sedikit lebih baik dari Glass wo Ware.

Tidak bisa dibilang benar-benar adil, tapi setidaknya lebih equal. Sisi lain yang patut dipuji adalah sinematografi yang masih mempertahankan standar Keyaki. Dark, tapi masih bisa dinikmati dari segi visual. Harus diakui, untuk urusan impact, Keyaki adalah yang paling bisa menerjemahkannya saat ini.

Ada juga bagian yang mengingatkanku pada Another Brick in the Wall-nya Pink Floyd. Set lokasi yang sama, adegan yang mirip terutama saat member berbaris di tangga dan lantai dua. Well, tidak salah kalau Keyaki dibilang grup nomor 1 saat ini -ini bukan kata-kataku, di internet ada yang bilang begini-

Lari adalah satu-satunya jalan?

Satu lagi, jika kalian ingat, MV Keyaki memiliki timeline sendiri, hal ini pernah kutulis di Sakamichi Review untuk Getsuyoubi. Sejauh ini aku masih belum menemukan dimana letak Mou Mori He Kaerou Ka di timeline ini. Kalau aku, well entahlah, tidak sedang dalam mood untuk melihat review-reviewku sebelumnya.

Overall, MV ini bagus. Impact dapat, visual dapat, cuma miss di sisi kejutan. Aku sendiri mungkin tidak melihat MV ini lagi untuk waktu lama setelah review ini. Tidak adanya sesuatu yang memorable jelas menjadi faktor utama. Bathroom Travel saja lebih memorable.

All images and videos used is credited to it’s respective owners

Leave a Reply

21 Replies to “Sakamichi Review : Mou Mori He Kaerou Ka?”

  1. Anakamirikaru says: Reply

    Lagi2 bawa2 urusan Nogifes 😀

    Lebih bisa menikmati MV ini ketimbang MV Hiraishin yang dikatain mirip, prekuel, yanh mungkin lantarana sutradaranya orng yg sama (?)>

    Dari segi dance n musik jg lebih bsa ane enikmatin (lagi2) ketimbang Hiraishin 😀

    Utk sesuatu yg memorable, krena kyk kata miminnya dah keseringan yg modelnya gini, jadi lewat gtu aja nih MV, gk ada yg ane inget betul, mungkin gra2 otak ane juga dah overload x ya 😀

    BTW, bagus logonya, tpi knp warna orange yg mendominasi? bukan warna ungu yg sebagai pioneer 😀

    *) Komen yg sebelumnya hapus ja gan, salah masukin alamat email 😀




    0



    0
    1. Kaya ente enggak 😀

      Ane sih gak nangkap kesan ada hubungannya sama Hiraishi. Entah prekuel atau sekuel.

      Overload clover atau gimana ente? 😀

      Dari dulu kan warna logo banyakan kuning/orange. Yang ini buat logo SR doang.




      0



      0
      1. Anakamirikaru says:

        Tpi ane gk kyk ente, slalu “mnyalahkan” nogiges 😀

        Stelah bca terjmhan blog Fuuchan soal MV ini di sakamichi notes, kyknya emng gk ada hubungannya sama Hiraishin, gra2 sutradaranya orng yg sma x jd terkesan mirip 😀
        Dark bner nih konsep MV nya 😀

        Pkoknya overload lah, cpet pnas otak ane sampe ngpul asap 😀

        Oh, kirain dukungan ente ke yashimotozaka bkal lbih besar ktimbang ke nogi n keya 😀




        0



        0
      2. Berlagak 😀

        Nah itu dia, dan bener kata2 ane soal ini mirip konsep Another Brick in The Wall.

        Bukannya udah sering? Udah waktunya turun mesin 😀

        Kalau Yoshimoto bukannya merah?




        0



        0
      3. Anakamirikaru says:

        Emng pernah ane mnyalahkan Nogifes? 😀

        Intinya klo kanji rilis lagu lagi dgn embel2 “kaerou ka?”, kmungkinan konsep Mv nya menakutkan 😀

        Saus tar2 😀

        Orange pak, ntahlah klo orange mnurut mata ane beda sma orange mnurut mata bapak 😀




        0



        0
      4. Sering, “memburu berlian” contohnya 😀

        Mungkin Keyaki cuma mau resurrection emo cult 😀

        Kenyataan gitu kok 😀

        Di mata orang tua kaya ente bisa berubah gitu ya? 😀




        0



        0
      5. Anakamirikaru says:

        Tpi ane gk pernya nyebut itu jd alan kegiatan ane terganggu kan? 😀

        Emo46 😀

        Saus tar2 (2)

        Lah, malah mata ane disalahin




        0



        0
      6. Gak pernah kalau di publik, tapi di tempat lain, sering 😀

        MCR ada, sekarang zamannya HRT 😀

        Kaya pernah ngerasain 😀

        Hidup ente kan selalu salah 😀




        0



        0
      7. Anakamirikaru says:

        Prsaan ente aja itu 😀

        Apa pula itu HRT? HaRiTanu? 😀

        Pernahlah, emngnya ente yg cuma ngerasain gram doang 😀

        TT




        0



        0
      8. Ente yang gak merasa 😀

        Politikus favorit ente ya? 😀

        Gak kebalik tuh? 😀




        0



        0
      9. Anakamirikaru says:

        😀

        Bukan politikus favorit ane, tpi stiap lagu mars partainya menggema di tipi, ane mreasa terpanggil utk ikut bernyanyi 😀

        Apanya yg kebalik? 😀




        0



        0
      10. Artinya secara gak sadar, ente udah menjadi penganutnya 😀
        Jangan2 ente suka nonton acara musik dunia lain itu? 😀

        Apa aja udah 😀




        0



        0
      11. Anakamirikaru says:

        Mungkin tuh lagu buatnya pake susuk x, daya pikatnya ngeri x 😀




        0



        0
      12. Ente aja yang gampang terpengaruh 😀




        0



        0
      13. Anakamirikaru says:

        😀




        0



        0
  2. Keren seperti biasa ya cuma jadi biasa deh karena stagnan kali ya 😀

    Lebih bisa dinikmatin daripada hiraishin, screen time lebih baik sama tone mv nya agak cerah dikiiit jadi enak buat diliat 😀




    0



    0
    1. Karena Emo udah ketinggalan zaman 10 tahun? 😀

      Ane gak nangkap sih kenapa dibanding2in sama Hiraishin. Cuma karena dance baris berbaris itu?




      0



      0
  3. Di MV ini ane masih penasaran sama orang2 berpakaian anti radiasi, dengan di bagian muka ada kayak MV keyaki sebelumnya… (ane cuman ngeliat MV fukyouwaon yg lain samar2)

    Yang Memorable menurut ane mah pose numpuk numpuk gitu xD

    Kalo urusan dance gak pernah kecewa sama keyaki…




    0



    0
    1. Yang di bagian mata? Ane malah baru ngeh kalau itu play video…

      Numpuk kaya sarden kering 😀

      Gak pernah kecewa? Kalau bosen? 😀




      0



      0
  4. Screen timenya gak adil sama risa. Apaan cuma setitik gitu?

    Ane etuju selebihnya sama mimin. Jadi gak perlulah nulis panjang-panjang 😀




    0



    0
    1. Cuma protes doang, sebaris pula? 😀




      0



      0

Leave a Reply