The End of #95

Apa yang paling kuingat jika mendengar angka 95? To be honest, hanya satu. Dari film yang tayang 12 tahun lalu, angka yang menjadi ciri khas dari protagonis utama; Cars, dan Lightning McQueen.

Back in the days, I really loved the original run. Buatan Pixar, come on, siapa yang tidak suka? Toy Story, The Incredibles, Finding Nemo, juga salah satu film Disney Princess; Brave. And hey, it was a company founded by Steve Jobs, mix it with Disney, and voila. 

Film pertama Cars mendulang sukses. Menceritakan rookie dari Piston Cup, versi animasi dari NASCAR, Lightning McQueen yang sukses besar, dan membuatnya besar kepala. Karena kepongahannya itu pula dia kehilangan gelar di saat terakhir dan harus menjalani penultimate race.

Dalam perjalanan ke race terakhir, dia terdampar di kota hantu Radiator Springs dan harus menjalani hukuman karena merusak kota di malam dia datang. Selama beberapa hari di Radiator Springs, McQueen menjalani hukuman, bertemu orang-orang baru, termasuk legenda Piston Cup Doc Hudson.

McQueen mempelajari arti dari race, juga bahwa kehidupan tidaklah seglamor yang dia bayangkan. Di malam terakhir sebelum dia ditemukan media, McQueen merubah Radiator Springs menjadi hidup lagi, bahkan berpikir untuk settle down.

Saat dijemput paksa untuk menjalani race terakhir, McQueen yang sudah berubah, menjalani race dengan setengah hati sampai Doc dan kawan-kawan datang. Dengan Doc sebagai crew chief, McQueen memiliki tujuan baru; memenangkan Piston Cup demi Doc dan Radiator Springs.

Thing goes well, until dirty Chick Hicks spoiled it. Menabrak juara bertahan dan fans favorite “The King” Strip Weathers yang juga berlaga untuk terakhir kali. King terluka parah, dan McQueen yang tinggal sedikit dari garis finish teringat akan Doc yang karirnya juga berakhir karena kecelakaan dan melepas gelar agar King bisa menyelesaikan balapan terakhirnya.

Disinilah McQueen menjadi legenda. Tidak memenangkan gelar tapi memenangkan hati fans, juga semua orang di lingkup internal Piston Cup.


Sementara di Cars 2, sekuel yang sejujurnya memiliki aspek menarik; World Grand Prix dimana para pembalap dari berbagai macam race turun di satu ajang yang sama. Memadukan berbagai lintasan balap, pengembangan menarik ini sayangnya dikacaukan dengan latar cerita lain.

Spy dan misi rahasia yang menjadikan Tow Mater, sahabat McQueen sebagai pemeran utama ini menjadi twist yang gagal. Well, memadukan dua cerita di satu film jarang ada yang berhasil kan? Karena ceritanya yang berubah fokus di tengah-tengah dan menghilangkan unsur race, maka Cars 2 gagal.

Yang paling disayangkan adalah tidak ada akhir dari WGP, juga tidak ditunjukkan McQueen yang sedang di puncak karir. Well, ini akan kubahas di akhir nanti.


Sementara untuk Cars 3, sekuel terbaru yang rilis 2017 kemarin, menceritakan McQueen dan senja dari hari-harinya sebagai pembalap. Dengan hadirnya rookie yang secara teknis jauh lebih cepat, dan dunia balap yang berubah seiring teknologi, pembalap veteran seperti McQueen kehilangan tempat.

Terutama dengan hadirnya Jackson Storm di lintasan, mengingatkan banyak orang akan McQueen saat debut. Kecepatan dan segalanya yang mirip, McQueen yang melihat dirinya yang lama terpacu untuk bersaing dengan pembalap muda.

Things didn’t turn out well, saat di atas kerta sudah tidak ada kesempatan, McQueen memaksakan dirinya dan berujung pada kecelakaan yang membuat rumor gantung setirnya menyebar. Masih belum ingin pensiun, dengan sponsor baru, McQueen meminta satu kesempatan terakhir.

Dibantu trainer Cruz Ramirez yang selalu bermimpi menjadi racer, McQueen melakukan napak tilas ke beberapa track legendaris dan bertemu legenda balap, termasuk mentor dan teman-teman dari Doc Hudson. Disinilah dia mempelajari teknik-teknik baru, dan juga tentang impian Cruz.

Tiba saatnya musim baru, McQueen dengan karir yang dipertaruhkan turun race, hanya untuk menyadari dia tidak bisa lagi membalap dan di tengah race membuat Cruz turun balapan, meski ditentang oleh sponsornya. Melihat itu adalah satu-satunya kesempatan baginya, Cruz balapan dengan McQueen sebagai crew chief.

Meski mengalami tekanan dari Storm, Cruz bisa memenangi balapan dan McQueen mundur sebagai pembalap, beralih tugas menjadi crew chief bagi rookie Cruz Ramirez. Kombinasi mereka dikenal sebagai keturunan dari Doc Hudson, bahkan Cruz mengenakan nomor 51 milik Doc.


The last 95

Sama seperti Cars dan #95, kita melihat ending dari 95 Line di Nogi. Terjadinya cepat, hanya dalam tempo beberapa bulan, satu generasi paling underrated habis. Dari Bebitan, Ikoma, dan Rotti semuanya telah atau mengumumkan graduate di tahun 2018.

Well, teknisnya, Bebitan lahir di awal 1996, tapi karena masuk kelas “early 96” atau belum masuk penanggalan baru, mereka menjalani Seijin Shiki bersamaan. Sama dengan Renarin. Sementara 95 Line lain adalah Ikoma, Rotti, Seitan, dan Nenekoro.

Sebagai generasi yang lahir di “tahun” yang sama, 95 Line ini tidak pernah bisa dibilang sukses besar, atau apa ya istilahnya, dicintai oleh semua fandom. Tidak seperti 92 Line atau 94 Line, 95 Line tidak jauh dari kata medioker atau flop. Well, satu-satu dulu.

Ikoma menjadi center 5 kali di awal Nogi, sesuatu yang ujungnya kita semua tahu; backfired. Hal yang sama untuk Renarin, mendapat tempat bagus di awal, tapi gagal memenuhi ekspektasi, -kita semua tahu kekeraskepalaan manajaemen- dan grad setelah Kidzuitara.

Bebitan menjadi sosok yang paling berhasil dari segi branding, well, aku tidak akan menjelaskan panjang lebar ya, sudah keseringan. Rotti juga bisa dibilang demikian, tapi nasibnya tidak sebaik Bebitan di grup. Well, grad mungkin adalah keputusan terbaiknya.

Seitan dan Nenekoro tidak pernah bersinar di Nogi, sure, untuk sebagian mereka cukup populer. Tapi yah, what else you could say? 

Perginya Bebitan, Ikoma, dan Rotti dalam waktu yang hampir bersamaan ini jelas adalah sesuatu yang bisa dibilang cukup telak. Bebitan dicintai karena quirkiness & adorkable, Ikoma adalah, masih face Nogi, Rotti adalah power vocalist untuk Under.

Ya, mereka terutama dua yang terakhir sedang menurun. Ikoma tidak bisa lagi berharap atau diharapkan pada Nogi, eranya sudah selesai. Rotti terjun bebas sejak skandalnya dan tidak ada tanda-tanda dia bisa naik lagi. Pada dasarnya, grad bagi mereka adalah hal yang patut diapresiasi.

7 tahun bersama Nogi, suka duka, up & down sudah mereka rasakan. Legacy dari mereka, dan juga 95 Line yang lain akan selalu ada di sejarah Nogi. Dan aku tidak ingin clingy to the past, better see the future. Toh pada dasarnya kita selalu menuntut akan sesuatu yang baru, jadi sedih boleh, asal jangan jadi bodoh. YKWIM.

Mereka datang sebagai wajah dari rookie, masa-masa kejayaan yang tidak bisa di-highlights dengan stabilo, dan berakhir setelah beberapa badai. Pada akhirnya, semua ini adalah siklus. Sama seperti salah satu quote di Cars 3;

“Your legacy. Every time you lose… you damage yourself. I’m sorry. Your racing days are coming to an end.”

All images and videos used are credited to it’s respective owners

Leave a Reply

20 Replies to “The End of #95”

  1. Dari 3 itu, mungkin gradnya Bebitan yg paling mengena dihati ane.
    Tapi, ya sudahlah. Semua toh sudah berlalu. 🙂

    1. Cih mentang2 telat rilis artikelnya 😀

    2. Bukan masalah telat sih. Tapi, gradnya udah kan? Jadi ya gitu. 😀

      Menurut ente, sapa yg bakalan gantiin Ikoma?

      1. Duh sakit 😀
        Eh belum loh.

        Gak ada kata2 “pengganti” kalau buat ane, jadi que sera sera 😀

  2. Sayonara, moga sukses di masing2 karir solo nya nanti.
    Dan sbenarnya Generasi 95 masih tersisa satu orang, Yoshida Ayano Christie 😀

    1. Capedeh, panjang2 komennya gitu doang 😀

      1. Anakamirikaru says:

        Ente kepanjangan soal Cars nya, inti postingannya kan sayonara buat angkatan 95 😀

        BTW, ane lupa2 inget, si ichiki Rena kmarin diberitain jd penyiar tipi kan?

      2. Wah gak diresapi ini bacanya (?) 😀

        UDah dari tahun kemarin kali 😀

      3. Anakamirikaru says:

        Efek yg grad bukan member di list ane x ya 😀

        Cuma kok gk pernah liat gtu ya link video nya misalnya

      4. Emangnya bukan? 😀

        Karena gak ada yang share 😀

      5. Anakamirikaru says:

        Bukan 😀

        Nasib member antahbrantah ya? 😀

      6. Yang bukan2 kali 😀

        Gak enak ah, bilang aja nugu 😀

      7. anakamirikaru says:

        Wah ane kan bukan kekorea2an, jadi antahbrantah sajalah 😀

      8. Wah respons ente, kok tau soal nugu artinya apaan 😀

      9. Anakamirikaru says:

        Googling dulu sbelum nulis komen itu 😀

      10. Ah, senior yang nyamar ini pasti 😀

      11. Anakamirikaru says:

        tuduhan tak berperikemanusiaan 😀

  3. Ikoma grad benar2 bikin sedih,secara cinta pertama dan satu2nya buat ane di dunia per idol an,,,(mungkin nanti bisa diganti Aka atau Zukki atau bisa jadi dua dua nya)

    Semoga my Ikoma,Bebitan,dan Rotti sukses di luar sana

    1. Serigala dari kandang sebelah ada yang kabur ini 😎

Leave a Reply