Vinculum Unitatis

Bonds adalah kata-kata yang selalu dipegang oleh Sakamichi. Dari moto saja, untuk Nogizaka; “Hard work, gratitude, smiles. Always aiming forward, Nogizaka46” memang tidak membawa kata bonds, tapi jelas, kerja tim menjadi kunci.

Sementara untuk Keyaki; “Humility, kindness, and bonds”, sesuatu yang sebenarnya sedikit ambigu, apalagi karena banyak sesuatu yang beracun di fandom Keyaki belakangan ini.

Aku tidak akan bicara banyak tentang toxin dan lainnya, karena sudah kubahas di artikel sebelumnya. Kali ini, aku akan lebih membahas pada bagaimana pandanganku tentang bagaimana vinculum unitatis seperti tidak berlaku di Sakamichi, and mainly, ’cause of fandom views.

honestly, it’s close to sayonara

Pertama, yah, kita mulai saja dari Nogi. Dari kasus terakhir saja, graduate-nya Ikoma. Dari dulu kupikir aku termasuk orang yang vokal untuk membuat Ikoma lebih ada di belakang ketimbang memaksanya selalu di depan tapi hasilnya meh.

Dan berita grad-nya membuatku melihat bagaimana ada dua kubu yang berseberangan; satu yang cling to the past, dan satu yang seperti back to the future. Kubu pertama, ada satu yang menohok dari tweet seseorang;

“sebelumnya, fans Nogi mengolok fandom AKB karena ditinggal member senior, lihat apa yang terjadi ke mereka sekarang”

Holy truth, nuff said. Aku tidak akan membantah. Tapi sekali lagi, menggeneralisir fandom adalah sesuatu yang bodoh. Tweet itu jelas sarkasme, tapi tidak semua orang paham sesuatu yang bersifat sarkas.

Bagi yang merasa kena karma, yang paling bijak adalah menahan jari kalian, karena di masa lalu ada juga orang yang merasakan apa yang kalian rasakan. Ngidol boleh kere, sahabat bumi, tapi otak jangan ikut-ikutan kere.

Kubu yang kedua, sementara itu… aku tidak akan bilang lebih sehat, hanya yah, lihat tempat dan waktu untuk mengungkapkan opini, karena meski Ikoma adalah member yang paling overrated dan underrated di waktu bersamaan, posisinya tetaplah penting dalam sejarah Nogi.

Dari sini, sudah kelihatan kalau bonds bagi fandom selalu terbelah, malah sering terpecah belah, dan sayangnya, fanbase masing-masing terkesan mulai individualis. Member ini, member itu, semuanya saling ingin di depan.

Entah melupakan moto atau tidak tahu, karena pada dasarnya semua idol group itu didasarkan untuk kerjasama. Ada member yang beruntung dan tidak, dan semuanya memang seperti itu. Bitter karena bukan termasuk member populer, jangan terlalu dibawa serius.


Lalu, di Keyaki. Well, disinilah, vinculum unitatis seperti Murphy’s Law. Aku tidak tahu apa ini drama, behind the story, atau apalah, bagiku bonds mereka lebih rentan untuk terkena badai ketimbang Nogi. First, it was started a while ago, a legend called Kohaku.

Well, let it aside -YKWIM- beberapa member entah rigged atau tidak, mengatakan kalau bonds Keyaki masih kuat, dan disaat bersamaan mereka mengeluarkan pernyataan yang contrary, seperti tidak ingin orang melihat Keyaki bukan apa-apa tanpa Tecchi.

Quite a drama, I don’t care, hanya mungkin bagiku yang sudah terbiasa dengan pace a la Nogi sejak bertahun lalu, melihat situasi idol group yang diselimuti drama, sesuatu yang bahkan tidak kudapat di 48G, jarang juga dari grup-grup K-Pop favoritku, sickening.

Katakanlah kalau semua yang terjadi di Keyaki adalah nyata -tentang overworked, neglected, throwed aside-, dan rebellion dari member yang gagal, actually, I say that was a nice storyline. Yah, kemungkinannya sama besar dengan aku punya jagoan di Piala Dunia tahun ini.

Jadi, meski aku sendiri seratus persen yakin kalau semua yang muncul dari idol group ke permukaan apalagi sampai ke publik, semuanya sudah disaring oleh manajemen. Leaks and scandals? Oh well, I don’t need to say it out loud right? 

But, I will make some exception for Hiragana, which is, currently, maybe the savior of falling leaves. Mungkin juga aku bilang begini karena mereka relatif masih belum terdeteksi radar, jadi kita tidak tahu apa mereka lebih ekstrovert seperti Nogi atau, well, seperti Kanji.


Konklusi artikel ini adalah, bonds bagi member mungkin tidak perlu kita pertanyakan, tapi bonds antar fanbase, adalah sesuatu yang masih sulit bagi banyak orang. Semuanya terkesan mulai saling individualis.

Sesuatu yang menjadi biang kemunduran 48G, if I had the privelege to say, dan jujur, karma dan lain, aku rasa aku tidak masuk ke golongan yang mengolok mereka dan pindah kapal. Sesuatu yang natural, dan jelas hal yang sama tidak kuinginkan terjadi di Sakamichi.

Persatuan antar fanbase, bukan saling menjatuhkan lah yang paling dibutuhkan Sakamichi saat ini. Vinculum Unitatis.

Yang terakhir, mungkin bertanya-tanya apa arti vinculum unitatis? Artinya adalah a bond of unity.

All images and videos used is credited to it’s respective owners

24 Replies to “Vinculum Unitatis”

  1. Shaken, not stirred. 😀

    Ane sebenernya juga heran sama fans idol ini. Mereka perang satu sama lain, disaat member antar grup itu hubungannya baik2 aja bahkan akrab. 😀

    Soal Bonds, ane rasa member Nogi udah bisa mengatasi ini, karena mereka udah lama bareng, meski sedikit terusik pas gen3 datang. Ga nyangka udah 7 tahun! 😀
    Kalo Keya ini yg memang agak rentan. Masih baru mulai, tapi cobaan dan tuntutannya jauh lebih banyak dan berat. Kalo bisa melalui, mereka bakal tumbuh pesat. Kalo ga, masalah bakal muncul lagi.
    Dan, mungkin, dengan memberikan Hiragana promosi lebih diawal tahun ini, bisa jadi ini langkah mnjmn buat meringankan beban dan stressnya Kanji. 🙂 Atau, mungkinkah Kanji keliatan parah bonds nya, karena fans mereka yg ekstrim, padahal sebenernya mereka baik2 aja? Wallahualam. 😀

    Ane juga setuju sama mimin soal banyaknya drama, buat ane ga nyaman ngikuti Kanji. Mungkin ente juga udah baca komen ane dirumah lama, kalo ane udah ga enak ngikuti mereka sejak single ke4, jauh sebelum berbagai drama itu terjadi. Ane merasa mereka kehilangan esensi, dan hanya ingin terlihat keren. Ane yg udah berumur ini, udah lewat masa2 kayak gitu. Jadinya, ya ilang deh ketertarikan ane. 😀 Alhasil, saat drama mulai bermunculan, ane bisa santai, plus dapat bacaan seru. 😀

    1. Fans kebanyakan micin 😀

      Kalau ane bilang, bonds antar member yang segenerasi jelas lebih kuat, tapi untungnya, rasa persaingan itu gak terlalu keliatan di Nogi karena rentang waktunya jauh. Keyaki? Well, salah sistem dari awal kan?

      Ane gak bisa bilang setuju sama ide meringankan beban kanji, tapi lebih ke fandom yang rame sendiri2, plus yah, cerita yang ane singgung sedikit diatas, akhirnya daripada blame terus ke Kanji, sama sistem Hiragana yang gak jelas.

      Itu kan soal drama di balik lagu, tapi kalau sama lagu2nya masih demen gak? Sama Keyakake juga? 😀

      1. Ya udah jadi budaya Indonesia, kalo masak harus pake micin, biar rasanya enak. Padahal kalo dimasak tanpa itu, rasa alaminya lebih keluar loh. 😀

        Bener, waktu angkat generasinya pas menurut ane. Sayangnya, pas gen2, mereka masih menganut sistem kenkyuusei. Ini yg bikin agak ada tembok dan banyak yg nyerah dan keluar sebelum jadi member tetap.
        Kalo keya, selain waktunya terlalu cepet (sama dengan akb yg pertahun audisi member), penamaan yg berbeda ini juga yg jadi masalah. Kalo aja mnjmn ga ngasih nama gen2 Keya dengan sebutan Hiragana, ane yakin proses penyatuannya bakalan lebih gampang.

        Analisis awam dari ane, fandom keya mulai merasa insecure pas tahun lalu. Kalo ga salah, parahnya mulai tahun lalu, kan? Setelah 2016 keya bisa dibilang sukses dan fans merasa diawang2, tahun 2017, saat keya dapat masalah, fans garis kerasnya mulai khawatir kalo keya ngedrop. Dan akhirnya untuk mempertahankan ke-sempurna-an grup yg mereka dukung, mereka jadi gitu deh. Mencari kesalahan lain, agar kesalahan diri sendiri ga terlihat. Sifat dasar manusia ini mah. 😀

        Lagu2nya, lumayan demen, tapi kebanyakan yg rilisan 2016. Yg 2017, lebih banyak Hiragana yg ane denger. 😀
        Kalo Keyakake, jujur nih, ane semangat hanya saat anak2 Hiragana diundang. Kalo ga ada mereka, cringey, meskipun ane berusaha ilangin rasa itu dengan liat Ue. Ane bisa bilang, buanyak unsur yg mengandung minus point yg ane lihat dari Keyakake, yg buat ane ga bisa nikmati acara ini kayak acaranya Nogi. 😀

        Btw, ente beneran udah ngelupain Aka, min? 😀

      2. Orang indo mana demen yang alami 😀

        Kalau Gen 2 Keyaki itu Hiragana, gak sampe 4 gen udah habis dong namanya 😀

        Ya kalau itu, ane gak akan bilang fans lama “bersih” dari ekspektasi yang destruktif. Tapi kalau ane liat sih, gak jauh2 S48 aja lah, banyak juga yang koar2 itu baru join 2017-an. Kalau ada yang bikin akun baru buat gituan sih, tau ah gelap deh.

        Padahal Hiragana lagunya ya masih jauh dari level Kanji 😀
        Ane download terus, tapi filenya kebanyakan masih ngendon di ponsel, males mindah ke laptop, toh ujung2 gak ditonton enak juga 😀

        Ini apa lagi coba? 😎

  2. “Semuanya terkesan mulai saling individualis” .. mendewakan pilihan, merendahkan lainnya 😀
    Kadang ane khawatir juga sama fans sakamichi, saat Nogi lagi diatas n Keya hadir dgn ssuatu yg beda yg bikin mereka dilirk, bbrpoknum fans terlalu jumawa dan mrendahakan “rival group”, ntah ini skedar kebangaan atau balas dendam?
    Klo bgi fans baru mungkin kbangaan yg berlebihan, tpi klo fans lama mungkin balas dendam kali ya, atau ane yg terlalu kbanyakan makan micin? #LOH 😀

    Klo utk Bonds antar member, ane anggap bond yg kuat itu bukan skedar erat saja, tpi brani ungkapin unek2 antar mmber, kyk di Nogi Ikoma yg “ngelabrak” Sayurin dibelakang stage Principal ya klo gk salah.

    Nah klo keya ane gk tau, kuatnya mereka ini skedar dekat n “maen aman” dalam berinteraksi satu sama lain atau udah pernah kejadian member saling labrak demi kebaikan group?

    1. Curhat dari sebelah ya? 😀
      Fans baru begitu karena belum tau, fans lama begitu karena bego. Udah gitu aja sih 😀

      Ane bilang sih buat member yang deket, wajar dan bisa, tapi kalau buat yang distant kayanya susah. Ya contoh aja, ada yang berani ngelabrak Lord? 😀 😀 😀

      Business purpose mungkin yang paling bagus sih buat Keyaki sekarang ini, jadi gak ada sentimen2 pribadi kalau terlalu deket.

      1. Anakamirikaru says:

        Ya bgtulah, lntaran kelakukan sseorang disebelah 😀
        😀

        Lord beda kasus lah, masak iya lord dilabrak 😀

        Keya kan lagu2nya sellau menceritakan “beda” “gk mau ikut arus” dsb, jad ane mikir aja, misalnya pas kmarin Kanji btal tmpil di budokan lntran techi trs mmber stuju tiba2 Berika bilang “Tidak, aku tetep mau tmpil”, kan mantap, jadi jgn hanya di lagu aja nerikan soal “gk ikut arus” tpi diterapkan dalm khidupan nyata
        * komen ini ditulis stelah mngetahui snbtsu single keya, jadi maklumi aja klo agak2 tk jelas 😀

      2. Siapa ya? 😀

        Cih gak konsisten 😀

        Ya ya ya, kayanya ente harus tidur, gak paham ane 😀

      3. Anakamirikaru says:

        Ente gk usah (pura2 gk) tau lah 😀

        Ya ente bawa2 lord, hubungan sama lord kan gk bisa dikatakan dekat, tpi lebih ke dihormati dan disegani 😀

        Ane pnasaran aja, pernah gk ada member Keya yg saling menasehati, soalnya liat Techi slm single Kaze ni kemarin “dark” mulu penampilannya, pdahal perform lagu tuh harus senyum, kan tuh lagu dikataian lagu yg melanggar “image” keya yg gk pernah senyum.
        Jd ane mikirnya gk ada member yg negur dia soal ini atau Techi yg bodo amat?! 😀

      4. Kura2 dalam perahu 😀

        Ngeles terus 😀

        Mari tanyakan pada kudanya kapten 😀

      5. Anakamirikaru says:

        Ane nebaknya, hubungan member Keya maen “aman”, mudah2an ntar klo mreka rilis Dokumenter ada adegan yg mementahkan tebakan ane ini 😀

      6. Itu juga kalau gak disensor ala Kim Jong Number Un 😀

      7. Anakamirikaru says:

        😀 😀 😀

  3. Ane dulu pernah komen kalau ane khawatir selepas perginya Maimai, gak ada lagi sosok yg bisa ngerangkul semua golongan member. Tapi kayanya ane salah. Ane rasa member jadi lebih dekat satu sama lain. Mereka juga tambah dewasa. Dulu rasanya gap antara gen 1 dan gen 2 itu jauh banget. Sekarang kayanya udah gak segan buat ngajakin buat sekadar foto atau makan bareng. Contoh sederhana sih, tapi bisa nguatin hubungan mereka.

    Soal fanbase hmmm *sigh*
    Kalau pengen tahu betapa beracunnya f

    1. Asem kepencet post…

      Soal fanbase hmmmmm
      Kalau pengen tahu betapa beracunnya fanbase, terutama fanbase Keya, coba lihat komenan di MVnya STU48 deh. Ada banyak cerita menarik disana haha.

      1. Sekarang sih kayanya gap masih jauh kalau buat ane. Yah, terlalu banyak dan lama buat bisa nambal gap Gen 1 & 2, beda sama Gen 3 yang dianggap imouto sama semua.

        Di mana? Thread STU di S48? Ane belum buka2 sih, males liat notif yang numpuk 😀

  4. Semoga “bonds” para idol group dan fansnya bukan cuma sekedar kata-kata tapi juga terjadi dalam dunia nyata Kan jadi enak ngidolnya

    1. Ngidol dibawa2 sampe dunia nyata? 😀

    2. Ane sih gitu Apalagi karena sekarang gak ada kerjaan lain

      1. Ckckck, entah harus ketawa atau miris 😀

      2. Eh emot smartphone gak bisa keliatan ya? 😀

        Kasihanilah adik iparmu ini…. 😀

  5. Ketemu blognya! 😀

    Ane ngefans sama nogi dari akhir 2014, jaman nogi masih mendaki ke puncak, dan ane ngerasain perbedaan jauh, fans yang udah sepuh kebanyakan mereka lebih dewasa menanggapi kenaikan nogi, dan ane liat bonds antara member nogi juga udah lumayan menguat, jadi ane gak begitu khawatir sama nogi.

    Kalau keya, ane gak tau, ane ga dapet feel pas nonton keyakake, beda sama nonton koujichuu, keyakake cenderung membosankan, entah karena membernya kurang rapet atau gimana 😀

    Yang paling ane takutin, dan kayaknya udah mulai terjadi, fan keya banyak yang mulai nganggep nogi kurang lah, dan ane ga suka sih, sama aja kayak fan nogi yang ngerendahin AKB, tanpa nogi dan AKB, keya juga gaakan ada kok 🙂

    1. Satu persatu mulai sadar hint-nya 😀

      Nogi menurut ane masih sedikit jagged antar generasi sih, jadi masih belum bisa bilang juga.

      Keyakake, duh, udah satu dua bulan ini ane belum nonton yang bener2 nonton, cuma diskip2 doang 😀

      Ya, soalnya toxin udah menyebar.

Leave a Reply