Imperfection are Perfect, So Why Pursuing the Perfection

Sebenarnya, artikel ini berhubungan dengan Keyakizaka This Year 2017 yang sampai sekarang belum kutulis. Tapi yah, langsung saja. Ini tentang pandanganku terhadap worship kepada Tecchi yang berlebihan, juga untuk Keyakizaka46 dengan die-hard fandomnya. Perfection.

Dari kacamataku, fandom Keyaki sekarang terpecah menjadi dua, obviously, satu yang worship pada peran Tecchi sebagai ultimate center, the son of the sundan satu lagi yang menginginkan revolusi untuk Keyaki. Dua hal yang bertentangan, dan efeknya toxic.

Toxic dalam artian fandom yang terpecah dua ini seringkali malah bikin naik darah. Yah, setidaknya, bikin nggak nyaman. Kenapa? Karena pengalaman mengajarkan bagaimana terlalu menuntut dari idol tidak ada faedahnya sama sekali.

Baik side yang mendukung Tecchi secara garis keras, maupun mereka yang ada di pihak berbeda, sama saja. Memang, tujuan akhirnya sama, yaitu untuk kebaikan grup, tapi apa yang kita tahu tentang kebaikan untuk grup, sebagai outsider, fans far?

Hanya ilusi tentang bagaimana seharusnya grup itu berjalan, opini yang kita semua merasa sebagai yang paling benar. Juga opini, tentang menyikapi rumor maupun fakta dengan cara yang paling benar. Pada intinya, semua adalah opini, yang tidak seharusnya dipaksakan.

Berkoar tentang “bagaimana seharusnya” tidak akan ada habisnya. Well, aku sendiri tidak akan menempatkan diriku berada diatas yang lain, karena sejak blog awal, aku juga sering menulis artikel tentang pendapatku, subyektif dari kacamataku.

Dan aku juga tidak akan bilang kalau aku “memaksakan” pendapat, karena ini adalah blog publik dan open discussion, semua blogger jelas punya tujuan sama dalam menulis artikel; mengungkapkan pandangan dan melihat dari sudut pandang orang lain lewat komentar.


Perfect

Contoh paling gampang, adalah melihat bagaimana Sakamichi di semester pertama tahun 2017 kemarin. Well, selain karena aku sendiri malas mencari contoh lain. Fukyouwaon dan Influencer sama-sama berhasil dengan baik, meski mulai muncul kekhawatiran akan kelanjutan masing-masing.

Nogi kehilangan purple line sementara Keyaki mulai dikhawatirkan menjadi idol yang terlalu dark. Sebenarnya, ini adalah kritik yang sedikit terlalu dini saat itu. Well, aku juga menulis hal yang sama. Di pertengahan tahun, dengan Nigemizu yang membawa generasi baru, Nogi bisa dibilang aman.

Sementara untuk Keyaki, setelah Fukyouwaon, absennya member, serta “dihilangkannya” 5th single dari jadwal “normal”, mulai dikritik atas darkness yang mereka bawa. Masih ingat kan dengan kasus Getsuyoubi no Asa, Skirt wo Kirareta yang dilakukan secara harfiah dan kasus penyerangan Tecchi?

Saat Nogi mulai kembali dengan “perfection” Keyaki kembali mengundang kontroversi seperti yang mereka lakukan saat Halloween 2016. Dalam satu sisi, Keyaki adalah idol yang perfect dalam artian mereka menawarkan sesuatu yang berbeda dari idol kebanyakan, dan itu berhasil menarik perhatian.

Fandom membesar, worshipper datang, toxin mulai menyebar. Perfect becomes imperfection with so many interference. Banyak yang menjadi pakar analisa, dan yang lebih parah, ngeyel kalau pendapat merekalah yang paling benar. Lagi-lagi, ini bisa jadi refleksi diri.

Disinilah, kita beralih ke imperfection.


Imperfection

Sejak akhir tahun lalu, Keyaki sedang dalam radar karena performa mereka yang terkesan setengah hati. Paling kentara adalah Tecchi yang terlihat tidak semangat sama sekali dalam live mereka di panggung-panggung besar, termasuk acara penghargaan akhir tahun.

Under fire, yes. Mereka bahkan menjadi bahan di 2ch dan sejenisnya karena performa “asal-asalan” yang dianggap tidak profesional. Disini, aku pun pernah menulis mengenai hal ini, tentang bagaimana idol juga manusia, mood swing adalah wajar. Tapi selama 2 bulan?

Defenders mengatakan itu wajar, meski aku sendiri jelas tidak berpendapat demikian. Well, katakan saja, something fishy. Profesionalitas menjadi pertanyaan, karena dilemparkan pada gadis yang masih dalam usia sekolah. Tidak ada yang bisa dibebani titel sebagai pro di usia demikian, tidak bahkan Richie Rich.

Puncaknya jelas adalah saat performance Kohaku 2017, ditampilkan -well, sekali lagi, ini opini, iya atau tidak terserah pada kalian- kalau member mencapai titik puncak dari stamina mereka. Monta yang pingsan di akhir perform kedua Fukyouwaon dan Tecchi yang tampak perform berdasarkan ingatan tubuh.

Keyakizaka46 Kohaku 2017 menjadi keyword yang sempat trending. Disini, aku tidak akan mengatakan apapun, spekulasi, konspirasi, atau eliminasi. I’ll just say, this is almost unreal, not somethin you could see every single year. Not in the biggest year-end show on the planet.

Dan karena ini adalah entertainment world, just sit down and enjoy the show. Overflowing with your thoughts? Make an article by yourself, but do not expect everybody would be in the same page.

Imperfection adalah hal yang menurutku membuat idol lebih humane. Karena seperti yang kutulis diatas, demands agar mereka selalu tampil perfect, pada dasarnya juga imperfect. Ngidol untuk dibawa santai, meski selalu ada saja yang membuatnya jadi tidak benar-benar santai.


Akhir kata, ini masih membahas tentang JPop, belum KPop, yang mana standar untuk idol berkali lipat lebih tinggi. Masih menunggu Produce 48 kan? Jika standar mereka yang dipakai, apa yang bisa kupertaruhkan, kalau tidak akan ada akhirnya jika sesuatu seperti Keyaki saat ini terjadi disana.

Bahkan disbandment bukan opsi mustahil. Work ethic menurutku sedikit berlebihan, mereka punya manajerial yang sudah teruji, meski keputusan-keputusannya tidak selalu mengutamakan fandom. Dan jelas, mereka punya rencana yang lebih pasti ketimbang kita, karena kedua grup sama-sama masih menjadi cash cow.

In the end, goin’ overboard wasn’t an option. Ya kita ngidol untuk mencari hiburan, tapi jika memaksakan kehendak, sampai merubah imperfection menjadi perfection, itu adalah sesuatu yang mustahil.

Pada akhirnya, kembali ke satu kata final; tujuan ngidol itu apa sih?

All images and videos used is credited to it’s respective owners

Leave a Reply

macorionid-com